Search This Blog

Pramono Tinjau Pengungsian Kebakaran di Penjaringan, Imbau 1 RT Punya 1 APAR

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pramono Tinjau Pengungsian Kebakaran di Penjaringan, Imbau 1 RT Punya 1 APAR
Jun 8th 2025, 11:39 by kumparanNEWS

Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/6/2025).  Foto: Abid Raihan/kumparan
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/6/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Gubernur Jakarta, Pramono Anung meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran perumahan padat penduduk di RT 17 RW 4, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (8/6). Selain meninjau, ia juga memberikan sejumlah bantuan.

Kepada para korban kebakaran itu, Pramono memberikan paket-paket kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi, pakaian, dan lain sebagainya.

"Sekarang ini kurang lebih ada 800 kepala keluarga dan 3.200 jiwa (menjadi korban), di mana sekitar 1.900 telah berada di tempat pengungsian ini," ucapnya.

"Dan saya sudah berkoordinasi dari kemarin dengan Bapak Wali Kota Jakarta Utara untuk ditangani maksimal. Maka pada hari ini seluruh kepala dinas, seluruh dinas yang ada di balai kota, all out turun tangan," tambahnya.

Menurut Pram, belum ada masalah signifikan di lokasi pengungsian. Namun, warga tetap mengeluhkan beberapa hal.

"Kalau untuk urusan makanan, minuman, kesehatan, gak ada masalah. Hanya memang karena panas, mereka meminta misalnya kipas angin," ujarnya.

"Kemudian juga ada permintaan tentang susu formula. Itu saja yang, padahal susu formula sudah ada dan PMI juga sudah menyiapkan. Sehingga dengan demikian mudah-mudahan apa yang menjadi permintaan masyarakat yang terdampak bisa dipenuhi oleh pemerintah DKI Jakarta," tambahnya.

Seorang warga melihat lokasi kebakaran permukiman padat penduduk di Jalan Kapuk Raya, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Seorang warga melihat lokasi kebakaran permukiman padat penduduk di Jalan Kapuk Raya, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Seorang warga mengevakuasi barangnya yang selamat dalam kebakaran permukiman padat penduduk di Jalan Kapuk Raya, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Seorang warga mengevakuasi barangnya yang selamat dalam kebakaran permukiman padat penduduk di Jalan Kapuk Raya, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ke depannya, agar tak terjadi lagi kebakaran di perumahan padat penduduk, Pramono mengimbau agar 1 RT memiliki 1 alat pemadam api ringan (APAR). Pram menyebut, meski Pergub tentang itu sudah ditandatangani, masih banyak RT yang belum memiliki APAR.

"Sebenarnya gerakan APAR itu sudah ada. Saya sudah menandatangani 1 RT 1 APAR. Tetapi seringkali kejadian yang seperti ini kan tidak terduga dan tidak terencanakan," ucapnya.

"Saya yakin mungkin di sini belum semua RT itu setiap RT 1 APAR. Karena pemerintah DKI memang menyiapkan untuk itu," tambah dia.

Politisi PDIP ini pun berharap, pada bulan Agustus nanti, seluruh RT di Jakarta sudah memiliki minimal 1 APAR tersedia.

Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/6/2025).  Foto: Abid Raihan/kumparan
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/6/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

"Mudah-mudahan di bulan Agustus ini setiap RT punya 1 APAR. Jadi kalau ada kejadian seperti ini maka cepat untuk bisa ditangani," tandasnya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Jumat pukul 12.18 WIB. Saat dilaporkan, api sudah membesar.

Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari seorang warga bernama Tuti.

Unit pemadam pertama dari Pos Pejagalan tiba di lokasi pukul 12.25 WIB dan mulai melakukan pemadaman.

Proses pemadaman api berlangsung selama hampir 12 jam dan baru dinyatakan selesai pada pukul 00.16 WIB, Sabtu dini hari.

"Api berhasil dilokalisir pada pukul 16.04 WIB dan dilakukan pendinginan mulai 16.11 WIB. Proses pemadaman total selesai pada pukul 00.16 WIB," jelas Gatot.

Media files:
01jx6v6xq8yxh85ppxhch1nyea.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar