Sejumlah warga membawa jenazah seorang anak saat pemakaman warga Palestina saat prosesi pemakaman warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, Rabu (25/6/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Badan pertahanan sipil Gaza mengungkapkan serangan udara dan tembakan Israel menewaskan setidaknya 17 orang pada Minggu (29/6).
Juru bicara pertahanan sipil, Mahmud Bassal, mengatakan 16 orang tewas dalam serangan udara di 5 lokasi di sekitar Jalur Gaza dan satu orang tewas dalam tembakan Israel di dekat pusat distribusi bantuan. 3 dari total 17 korban tewas merupakan anak-anak.
Dikutip dari AFP, Senin (30/6), Bassal mengatakan 2 anak tewas dalam serangan udara di rumah mereka di wilayah Zeitun pada dini hari. Rumah korban dilaporkan hancur total.
Di lokasi lain, Bassal mengatakan serangan drone menargetkan tenda yang menampung orang-orang telantar di Khan Younis. Serangan itu menewaskan 5 orang, termasuk seorang anak.
Warga Palestina yang mengungsi mengangkut paket bantuan kemanusiaan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Senin (16/6/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERSSeorang pria Palestina mengangkut jenazah yang dikafani di luar rumah sakit di Rafah, di Jalur Gaza, Senin (16/6/2025). Foto: AFP
Militer Israel, kata Bassal, juga mengeluarkan tembakan saat masyarakat sedang menunggu bantuan di dekat pusat distribusi bantuan di Rafah. Tembakan itu menewaskan seorang pemuda.
Militer Israel sebelumnya mengeluarkan perintah evakuasi untuk beberapa bagian kota Gaza dan di wilayah sekitarnya.
"Militer akan beroperasi dengan kekuatan yang besar di wilayah tersebut, dan operasi militer tersebut akan intensif dan meluas untuk menghancurkan kemampuan organisasi teroris," kata juru bicara Avichay Adraee dalam pernyataan di X.
Dia meminta penduduk untuk segera mengungsi ke selatan, ke wilayah Al-Mawasi di pesisir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar