Search This Blog

Ibu-Ibu PKK di Kulon Progo Olah Tanaman Liar Jadi Keripik hingga Sabun

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ibu-Ibu PKK di Kulon Progo Olah Tanaman Liar Jadi Keripik hingga Sabun
Jun 7th 2025, 14:09 by Pandangan Jogja

Tanaman pegagan yang dibudidayakan di Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: Paniradya Kaistimewan DIY
Tanaman pegagan yang dibudidayakan di Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: Paniradya Kaistimewan DIY

Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, mengolah tanaman pegagan (Centella asiatica), yang biasa tumbuh liar di kebun dan persawahan, menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Lurah Sidoharjo, Umari, menyampaikan bahwa pengolahan pegagan menjadi keripik sudah dilakukan sejak lama. Namun, budidaya dan pengolahan secara intensif baru dimulai setelah adanya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan dari Pemda DIY melalui program Desa Prima.

Setelah mendapat pelatihan dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kelompok PKK Prima Kalurahan Sidoharjo mulai mengolah pegagan menjadi aneka produk.

"Sekarang produk olahannya ada keripik, teh, dan sabun mandi," kata Umari dalam acara Rembag Keistimewaan, Kamis (5/6).

Proses pengeringan daun pegagan di Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto:  DP3AP2 DIY
Proses pengeringan daun pegagan di Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: DP3AP2 DIY

Tanaman yang sebelumnya tumbuh liar ini kini dibudidayakan dan sudah mulai dipanen untuk diolah.

Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, menyatakan pihaknya bertekad memasarkan produk-produk pegagan ke pasar luar daerah dan luar negeri.

"Ekspor ke luar daerah dan luar negeri adalah cita-cita kita bersama, untuk menjadikan pegagan ini tidak hanya sebagai produk lokal saja, tapi juga menasional dan menginternasional," ujarnya.

Dari kiri: Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho; Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam; Lurah Sidoharjo, Umari; Dosen Fakultas Farmasi UGM, Djoko Santoso. Foto: Dok. Paniradya Kaistimewan DIY
Dari kiri: Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho; Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam; Lurah Sidoharjo, Umari; Dosen Fakultas Farmasi UGM, Djoko Santoso. Foto: Dok. Paniradya Kaistimewan DIY

Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, menjelaskan bahwa program ini awalnya muncul dari pembangunan embung untuk mengairi tanaman keras. Namun, komoditas yang dibudidayakan bergeser ke pegagan karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar.

"Dan luar biasanya pegagan yang ada di Sidoharjo ini merupakan produk yang dikembangkan ibu-ibu PKK. Harapan ke depan memang ada pengembangan-pengembangan berkaitan dengan pegagan," kata Aris.

Ia menambahkan, masih banyak hal yang perlu dikembangkan, termasuk diversifikasi produk dan kemitraan.

"Karena yang paling pasti bahwa suatu produk diolah itu mesti pada akhirnya dijual untuk menghasilkan nilai ekonomi, harapan kita nanti betul-betul bisa menjadi produk lokal untuk penggerak ekonomi dan menyejahterakan masyarakat," tambahnya.

Kebun pegagan di Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: Dok. Paniradya Kaistimewan
Kebun pegagan di Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: Dok. Paniradya Kaistimewan

Dosen Fakultas Farmasi UGM, Djoko Santoso, menjelaskan bahwa pegagan memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya meningkatkan daya ingat seperti ginkgo biloba.

"Kalau ada orang yang sakit stroke, kemudian dibawa ke klinik saintifikasi jamu di Tawangmangu, obatnya cuma satu, teh pegagan. Jadi dikemas dalam kantong-kantong jumlahnya 30, itu untuk 1 bulan," ujar Djoko.

Ia juga menyebut pegagan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas anak, serta memiliki kegunaan di bidang kecantikan, seperti melindungi kulit dari sinar matahari dalam bentuk sabun atau krim.

"Jadi besar sekali potensi dari pegagan ini," tutupnya.

Media files:
01jx4ka54j21v2b2n9jfa11vd6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar