Abdul Rahman Pohan (27), pria di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, tewas pada Sabtu (17/5) lalu.
Ia tewas usai disiksa dan ditembaki oleh tiga pelaku yakni NW, PN, dan AHR. Jasad Abdul berhasil ditemukan pada Kamis (22/5) lalu di perkebunan sawit.
Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi menuturkan aksi penganiayaan dan penembakan ini dipicu lantaran para pelaku mencurigai korban sebagai pelaku pencurian. Sebab, korban yang bukan warga Angkola Selatan tapi berjalan kaki ke daerah pemukiman warga.
"Selisih paham dan kecurigaan terhadap korban yang dianggap sebagai orang asing oleh warga sekitar," kata Yasir pada Jumat (30/5).
Yasir bilang, kejadiannya bermula pada sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban sedang berjalan kaki. Lalu, korban dipanggil ketiga pelaku yang sedang duduk di teras.
Di sana, korban pun diinterogasi karena tak dikenali. Para pelaku curiga korban merupakan pencuri dan emosi. Saat itu, pelaku NW dan PN pun memukul dan menendang wajah korban.
"Korban lalu dibawa ke kebun sawit milik masyarakat," kata dia.
"Di lokasi itu pelaku NW mengeksekusi korban dengan menembak korban menggunakan senapan merk Neo Rambo di bagian ulu hati, telinga kiri, dan dahi," jelasnya.
Usai ditembak, korban pun dikubur di lokasi kejadian.
Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 340 kUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.
Korban sering linglung
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tapsel AKP Maria Marpaung menambahkan berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sering mengalami linglung.
Sehingga, korban sering berjalan ke lokasi yang cukup jauh. Dalam kasus ini, kata Maria, korban datang ke TKP lantaran keluarga korban memiliki kebun sawit tak jauh dari lokasi tersebut.
"Kalau keterangan orang tuanya dia memang sering linglung. Mentalnya memang agak sedikit terganggu. Jadi ketepatan ada kebun mereka di sana, jadi ketepatan ada kebun mereka di daerah sana," kata dia.
"Hanya orang kampung sana banyak yang belum kenal sama dia (korban). (Para pelaku) agak takut, mungkin dikira mau mencuri, begitulah pemikiran mereka," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar