Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Selasa (27/5/2025). Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat presiden (surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mengajukan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Surat tersebut bernomor R-22/Pres/05/2025 dan diterima DPR pada 6 Mei 2025.
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, membacakan isi surat tersebut dalam rapat paripurna ke-19 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 yang digelar di Kompleks Parlemen pada Selasa (27/5).
"Pimpinan dewan telah menerima surat-surat dari Presiden Republik Indonesia. Dua, R22/PRES/05/2025 6 Mei 2025 hal calon deputi gubernur Indonesia," kata Adies saat membacakan surat itu di hadapan para anggota dewan.
Selain mengajukan calon Deputi Gubernur BI, Presiden Prabowo juga menyampaikan nama calon Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025—2030. Surat pengajuan ini tercantum dalam dokumen bernomor R-28/Pres/05/2025 tertanggal 20 Mei 2025.
"R28/pres/05/2025 20 mei 2025 hal calon ADK LPS," ujar Adies.
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
Sesuai ketentuan, surpres tersebut akan ditindaklanjuti oleh Komisi XI DPR RI, yang menjadi mitra kerja Bank Indonesia dan LPS. Komisi XI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon yang diusulkan sebelum menyampaikan pertimbangan kepada Presiden.
Meski surat pengajuan telah disampaikan ke DPR, namun nama calon Deputi Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo belum dipublikasikan. Nama tersebut akan diumumkan lebih lanjut saat Komisi XI mulai menjadwalkan proses uji kelayakan.
Pengajuan ini berkaitan dengan berakhirnya masa jabatan sejumlah pejabat tinggi lembaga keuangan negara. Salah satunya adalah Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono, yang masa jabatannya akan selesai pada tahun ini.
Berdasarkan catatan, Doni resmi dilantik oleh Mahkamah Agung sebagai Deputi Gubernur BI pada 11 Agustus 2020, menggantikan Erwin Rijanto, sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 78/P/2020 tanggal 30 Juli 2020.
Sementara itu, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Dewan Komisioner LPS sebelumnya telah menyodorkan lima nama calon Wakil Ketua LPS kepada Presiden. Di antara nama-nama tersebut, terdapat Group Head Office of Chief Economist Group PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro, serta Asisten Gubernur/Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola Bank Indonesia, Farid Azhar Nasution.
Selain itu, Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia, Andy Samuel, juga menjadi salah satu kandidat yang lolos seleksi tahap kedua. Semua nama tersebut berhasil melewati tahapan seleksi yang dilakukan Pansel sebelum akhirnya diajukan ke Prabowo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar