Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Duta Besar RI untuk China, H.E. Djauhari Oratmangun. Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, dalam rangka membahas sejumlah isu strategis yang menyangkut kepentingan nasional. Salah satu yang dibahas, yakni pengiriman pilot RI untuk latihan di China.
"Saya menerima Duta Besar RI untuk RRT, H.E. Djauhari Oratmangun, untuk membahas sejumlah isu strategis, seperti percepatan swasembada pangan, modernisasi alutsista TNI, hingga pengembangan industri farmasi pertahanan nasional," tulis Sjafrie melalui unggahan di akun media sosial Facebooknya, dikutip Jumat (30/5).
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Duta Besar RI untuk China, H.E. Djauhari Oratmangun. Foto: Facebook/ @Sjafrie Sjamsoeddin'
Sjafrie mengungkapkan, salah satu poin penting dalam pertemuan itu adalah rencana pengiriman pilot TNI Angkatan Udara ke China. Di sana, para pilot akan mengikuti pelatihan pengoperasian pesawat tempur J-10.
Selain itu, kedua pihak juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas produksi alutsista, yang menjadi bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dan China.
"Kami juga membahas kesiapan pengiriman pilot TNI AU ke Tiongkok untuk pelatihan pesawat tempur J-10 serta evaluasi fasilitas produksi alutsista. Di bidang kesehatan, dibahas pula proyek rumah sakit modern hasil kerja sama Indonesia-Tiongkok," ujarnya.
Pesawat Jet Temput Chengdu J-10C. Foto: rehan waheed/Shutterstock
Sjafrie menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China melalui langkah konkret dan komunikasi intensif.
"Hubungan bilateral yang erat harus terus ditopang oleh kerja sama konkret dan komunikasi yang intensif. Terima kasih kepada Bapak Dubes atas dukungan luar biasa yang telah membantu mengakselerasi banyak agenda penting nasional kita," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar