Search This Blog

Konten TikTok: Bisakah Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter di Jaksel?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Konten TikTok: Bisakah Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter di Jaksel?
May 4th 2025, 12:08 by Focus

Ilustrasi apotek. Foto: Juice Flair/Shutterstock
Ilustrasi apotek. Foto: Juice Flair/Shutterstock
@kumparan

Nyaris 80 persen warga Indonesia minum antibiotik tanpa resep dokter, ini menyalahi prosedur. Itu kata Kepala BPOM Taruna Ikrar. Data ditemukan sepanjang 2021-2024. Selain menyalahi prosedur, sembarangan minum antibiotik juga bisa bikin tubuh jadi resisten sama obat. Kondisi ini bisa bikin penyakit yang dianggap "biasa" gak sembuh-sembuh, atau bahkan jadi sangat sulit diobati. Resistensi obat ini sudah jadi perhatian serius WHO. Mereka menyebutnya antimicrobial resistance (AMR). AMR terjadi karena penggunaan protokol pengobatan yang sembarangan termasuk antibiotik tanpa resep. Itu menyebabkan infeksi yang ada di tubuh pasien bertambah parah. Ini yang jadi penyebab kematian yang tinggi. #focus #resistenobat #news #svl #obat #antibiotik #kesehatan #who #worldhealthorganization #obatobatan #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

Konsumsi antibiotik tanpa resep dokter bisa menimbulkan resistensi antimikroba, kondisi saat bakteri jadi kebal terhadap obat. Praktisi kesehatan, dr. Ngabila Salama, menjelaskan bahwa antibiotik hanya efektif melawan bakteri, bukan virus penyebab umum batuk pilek dan diare. Jika dikonsumsi sembarangan, bakteri bisa jadi kebal dan mempersulit pengobatan, bahkan memicu kondisi "total drug resistance". Antibiotik hanya boleh diberikan setelah pemeriksaan dokter, dan untuk kasus tertentu seperti luka parah atau sebelum operasi. Pasien boleh menolak antibiotik, namun harus melalui komunikasi dan informed consent yang jelas. Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap bahwa 80% warga Indonesia mengonsumsi antibiotik tanpa resep antara 2021-2024. Ini dianggap pelanggaran serius dan berpotensi memicu silent pandemic. BPOM berencana menindak tegas praktik ilegal penjualan antibiotik demi mencegah krisis kesehatan yang lebih besar. Catatan redaksi: Ada kesalahan penulisan atribusi narasumber dr. Ngabila di dalam video. Tertulis Stafsus Kemenkes, seharusnya praktisi kesehatan. 📸: Dok. Instagram @/ngabilasalama, Shutterstock. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #resistenobat #news #videonews #obat #antibiotik #kesehatan #who #worldhealthorganization #obatobatan #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

kumparan menelusuri peredaran obat antibiotik di beberapa apotek daerah Jakarta Selatan pada Sabtu (3/5). Dari ketiga apotek yang dikunjungi, semuanya menyebut pembelian obat antibiotik perlu menggunakan resep dokter. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap hampir 80 persen warga Indonesia pada 2021-2024 mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Katanya, hal ini menyalahi prosedur. Itu pun bisa jadi cikal bakal resistensi antibiotika dan antimikroba (AMR). Eks Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan kasus AMR harus terus diwaspadai.  "Korbannya jutaan orang di dunia, dan banyak yang tidak dikenal apakah meninggal karena penyakitnya atau karena resistensi obat. AMR menjadi penyebab kematian ketiga di dunia," katanya. 📸: Dok. kumparan/Alya Zahra, Shutterstock/Ilustrasi, Antara. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #resistenobat #news #videonews #obat #antibiotik #kesehatan #who #worldhealthorganization #obatobatan #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan

Media files:
01gp9qma9qprr6hcyrjymzqjxb.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar