Truk bantuan untuk warga Palestina memasuki wilayah Rafah, Jalur Gaza, Selasa (21/1/2025). Foto: Hussam Al-Masri/REUTERS
Kantor berita Reuters pada Jumat (30/5) mengungkap seperti apa usulan gencatan senjata di Gaza. Bersama Qatar dan Mesir, AS adalah mediator krisis Gaza.
Dokumen susunan rencana gencatan senjata dari AS, yaitu 60 hari penghentian pertempuran. Saat bersamaan 28 sandera Israel yang masih hidup dan tewas di Gaza dikembalikan pada pekan pertama.
Sebagai balasan, Israel akan melepaskan 1.236 tahanan dan 180 jenazah kembali ke Palestina.
Warga Palestina duduk di dalam kendaraan saat mereka hendak pulang, selama gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Jumat (24/11/2023). Foto: Saleh Salem/REUTERS
Dokumen rencana gencatan senjata telah dijamin oleh Presiden AS Donald Trump. Qatar dan Mesir juga sudah menyepakati.
Terkait pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Gaza, akan langsung dilakukan sesaat setelah Hamas meneken kesepakatan gencatan senjata.
Nantinya bantuan kemanusiaan akan dikirimkan oleh PBB, Bulan Sabit Merah serta saluran-saluran lain yang disepakati pihak-pihak terkait.
Presiden Donald Trump tiba dengan Air Force One di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Minggu (4/5/2025). Foto: Manuel Balce Ceneta/AP Photo
Gedung Putih menyebut Israel sudah menyepakati usulan gencatan senjata. Hamas belum memberikan respons secara resmi.
Media-media Israel dalam laporannya menyebut, PM Israel Benjamin Netanyahu telah memberi tahu keluarga sandera bahwa proposal Trump yang dibawa utusan khusus Steve Witkoff telah disepakatinya.
Sedangkan gerakan Hamas kepada Reuters menyebut, mereka masih pada fase meninjau dokumen gencatan senjata. Respons akan diberikan pada Jumat atau Sabtu besok.
Dalam dokumen gencatan senjata itu, AS turut meminta Hamas membebaskan 30 sandera terakhir ketika gencatan senjata permanen disepakati.
Saat gencatan senjata permanen disepakati, Israel langsung menghentikan seluruh operasi militer di Gaza.
Hambatan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato politik saat Hari Peringatan Israel untuk mengenang Prajurit yang gugur di Tugu Peringatan Yad LaBanim, Yerussalem, Israel, Selasa (29/4/2025). Foto: Abir Sultan/POOL/AFP
Terakhir kali gencatan senjata Gaza berlangsung pada awal 2025. Setelah berakhir, Israel menyerang Gaza dan semakin intensif belakangan ini lewat Operasi Kereta Perang Gideon. Negara Zionis iu juga memblokir bantuan kemanusiaan.
Pemblokiran menyebabkan ancaman kelaparan di Gaza. Kelaparan menyebabkan negara-negara dunia termasuk sekutu Israel prihatin.
Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Jabalia, di Jalur Gaza utara, 14 Mei 2025. Foto: REUTERS/Mahmoud Issa
Sementara itu, masih buntunya kesepakatan gencatan senjata terbaru disebabkan perbedaan mendalam antara Hamas dan Israel.
Israel bersikeras menginginkan Hamas lenyap dan dibebaskannya semua sandera tersisa di Gaza sebelum perang terhenti. Israel lalu meminta Hamas menyerahkan semua persenjataan.
Hamas menolak permintaan pelucutan senjata. Gerakan perlawanan yang merupakan penguasa Gaza itu lalu menuntut Israel menarik semua pasukan dari Gaza sebagai bentuk komitmen penghentian perang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar