Sutris Supriati dan Sukarjo, pasutri jemaah haji Gelombang 2 yang tiba di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan
Sutris Supriati tidak bisa menutupi rasa bahagianya saat tiba di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (17/5). Matanya menahan tangis bahagia saat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Jemaah asal Padang itu sudah menunggu panggilan sejak pertama kali mendaftar haji pada 2012 lalu. Perempuan berusia 58 tahun yang sehari-hari berjualan barang-barang pecah belah tersebut sudah menyiapkan doa khusus untuk keluarganya saat di depan Ka'bah.
"Doa semoga sehat selalu, sukses anak-anak, lancar rezeki. Supaya anak lebih taat agama, semangat belajarnya, tercapai cita-citanya," kata Supriati di Makkah, Sabtu (17/5).
Supriati mempunyai tiga anak. Anak pertama berusia 29 tahun sedang bekerja di Kantor Wali Nagari, anak kedua berusia 25 tahun menjadi dosen, dan anak ketiga berusia 20 tahun sedang menjalani masa kuliah.
Supriati berangkat haji bersama suaminya, Sukarjo, yang berusia 63 tahun.
Sutris Supriati dan Sukarjo, pasutri jemaah haji Gelombang 2 yang tiba di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan
Sukarjo merupakan pensiunan yang sebelumnya bekerja di PDAM, Padang. Sukarjo mengaku tidak ada kendala berat yang dialaminya selama proses daftar sampai mendapatkan panggilan haji.
"Kalau untuk biaya daftar awal kita berdasarkan dari usaha, dikumpul-kumpul mulai tadi (jualan barang pecah belah), terus bekerja di perusahaan daerah. Ada sawah, ladang, jadi sambil kerja pemelihara air minum PDAM," ungkap Sukarjo.
Doa yang ingin disampaikan Sukarjo tidak berbeda jauh dari istrinya. Bedanya, ia juga menitipkan doa untuk Indonesia.
"Kalau kita berdoa pertama berikan kesehatan kepada kita, keluarga kita, anak-anak. Kemudian damailah negeri kita, damai Indonesia, semoga Indonesia tetap berakhlak, berdamai," tutur Sukarjo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar