Search This Blog

Raminten alias Hamzah Sulaiman, Salah Satu Ikon Yogya, Meninggal Dunia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Raminten alias Hamzah Sulaiman, Salah Satu Ikon Yogya, Meninggal Dunia
Apr 24th 2025, 10:45, by Salmah Muslimah, kumparanNEWS

Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan
Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan

Kabar duka datang dari Yogyakarta. Seniman yang juga pengusaha Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten berpulang di usia 75 tahun. Hamzah mengembuskan napas terakhirnya di RSUP Dr Sardjito.

Saat ini jenazah disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4).

"Kami atas nama pihak keluarga, anak cucu, menyampaikan bahwa Bapak Hamzah benar telah berpulang pada hari Rabu (23/4) di Rumah Sakit Sardjito, pukul 22.34," kata Parjirono Wijoyo, Tim Pengembangan Hamzah Batik, mewakili keluarga ditemui di PUKJ.

Aji sapaan akrab Parjirono mengatakan Hamzah juga mendapatkan gelar dari keraton dengan nama gelar Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamidjinindyo.

"Salah satunya karena beliau rasa ingin berbakti pada Keraton Yogyakarta. Salah satunya itu melestarikan budaya-budaya Yogyakarta," terangnya.

Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan
Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan

Munculnya Nama Raminten

Sosok Raminten bisa dibilang sebagai salah satu ikon Yogya. Namanya dikenal di Nusantara.

Aji menceritakan Raminten adalah sosok yang diperankan Hamzah saat pentas ketoprak semasa muda. Nama itu kemudian Hamzah gunakan dalam membangun usaha kuliner, oleh-oleh, hingga batik.

Gerainya, Mirota Batik, menjadi jujukan wisatawan di Malioboro. Mirota Batik kemudian berganti nama menjadi Hamzah Batik dan tetap menjadi tujuan utama di Malioboro.

Restoran miliknya bernama House of Raminten. Dia juga memiliki usaha hiburan Raminten Cabaret Show.

KMT.Tanoyo Hamiji Nindyo (Hamzah Sulaiman) adalah pendiri Hamzah Batik (dulu Mirota Batik) di Malioboro. Foto: instagram/@hamzahbatikofficial
KMT.Tanoyo Hamiji Nindyo (Hamzah Sulaiman) adalah pendiri Hamzah Batik (dulu Mirota Batik) di Malioboro. Foto: instagram/@hamzahbatikofficial

"Beliau ini, pada masa itu, ada teve lokal Yogya yang bekerja sama untuk membuat sitkom, ya. Jadi, sosok Raminten ini memang nama beliau ketika memang dia berada di panggung ketoprak, begitu. Dan akhirnya dalam sitkom itu dipakai beliau untuk nama Raminten," kata Aji.

Raminten merupakan tokoh perempuan Jawa dengan kebaya, jarik, dan konde.

"Akhirnya itu menjadi sebuah inspirasi bagi kami, akhirnya kita kuatkan dengan dipakai brand-brand di bisnis beliau," tuturnya.

Deretan karangan bunga untuk Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten yang disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan
Deretan karangan bunga untuk Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten yang disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan
Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan
Hamzah Sulaiman atau yang dikenal dengan Raminten disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogja (PUKJ) di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (24/4). Foto: Panji/kumparan

Tak hanya di televisi, tokoh Raminten juga dibawakan Hamzah di panggung-panggung ketoprak dan wayang orang sebelumnya.

"Sebetulnya Raminten ini kan kalau pemahaman beliau, dari kata ras pinten itu kan (artinya) ndak seberapa gitu lho. Artinya ya sepele-sepele saja, simpel-simpel saja. Yang jelas beliau sosok yang bisa juga dihadirkan bahwa sosok yang sangat sederhana, yang inginnya selalu membantu dan berbuat baik," terangnya.

Nilai-nilai itu yang kemudian turut dibawa saat Hamzah mendirikan sejumlah usaha. Nilai juga diterapkan pada para karyawannya.

"Bagi kami, sosok beliau adalah sebagai pelestari budaya yang berjuang demi menjaga tradisi budaya Yogyakarta," ujarnya.

Sakit Tua

Aji menjelaskan Hamzah meninggal karena gerah sepuh atau sudah tua. Hamzah dirawat di rumah sakit sejak Senin (21/4) lalu. Hamzah juga punya riwayat sakit gula.

"Gerah sepuh ya. Usia 75 tahun. Beliau (lahir Januari 1950)," katanya.

Rencananya jenazah akan dikremasi pada Sabtu (26/4) mendatang. Lantaran tengah berduka usaha milik Hamzah yaitu Hamzah Batik dan Raminten tutup selama satu hari.

"Rencananya, almarhum Bapak Hamzah akan dikremasi pada hari Sabtu," katanya.

Media files:
01jsjxr63th1n343pzpmvv07p7.png (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar