Tim Gegana Polda Jatim melakukan penyisiran di rumah polisi di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (13/1/2025). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, menjelaskan soal ledakan di rumah Aipda Maryudi, Anggota Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto.
Ledakan di rumah yang berlokasi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, itu terjadi pada Senin pagi (13/1).
Ledakan menewaskan 2 orang (ibu bernama Luluk Sudarwati berusia 40 tahun dan anaknya, Kaffa, yang masih 2 tahun) dan merusak 4 rumah.
"Barang bukti yang ditemukan di TKP antara lain tiga buah selongsong kembang api dalam kondisi rusak akibat ledakan tersebut," kata Ihram dalam konpers di Polres Mojokerto, Selasa (14/1).
Ihram melanjutkan, "Kemudian ada 4 buah kapasitor dalam kondisi rusak, 3 tabung elpiji 3 kg yang ditemukan di sekitar rumah bukan di dalam rumah."
Kondisi rumah di Mojokerto yang rusak akibat ledakan, Senin (13/1/2025). Foto: Karin/mili.id
"Kemudian ada rangkaian tape pemutar musik karena yang bersangkutan selain anggota Polri, memiliki kelebihan untuk reparasi alat elektronik baik itu tape ataupun tv dan yang bersangkutan tidak pernah memungut biaya terhadap jasanya," katanya.
Doksit Dokes Polda Jatim, Tutik Purwanti, menambahkan bahwa di gagang pintu ditemukan bahan klorat.
"Itu bagian dari isi selongsong. Dia sangat rentan sekali jika kontak dengan tanah, jadi itu sederhana. Pemicunya panas," katanya di konpers yang sama.
Bau Belerang
Sisa ledakan di rumah polisi di Mojokerto, Senin (13/1/2025). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO
Pantauan wartawan di rumah Maryudi pada Senin pagi, dari jarak 1 km pun sudah tercium bau belerang yang menyengat (sebelumnya tertulis bau gas).
"Baunya bau belerang," kata Akhmad Suwanto, warga setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar