Jan 18th 2025, 16:15, by Darryl Ramadhan, kumparanNEWS
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khairiyah terdampak parah oleh banjir yang melanda di Desa Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/1/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Foto: kumparanPonpes yang memiliki seribu santri, terdiri dari 500 putra dan 500 putri tersebut menyisakan puing-puing bangunan, sampah sungai dan endapan lumpur setelah diterjang banjir semalam. Foto: kumparanEndapan lumpur itu sampai masuk ke asrama santri putra maupun putri, ruang kelas, ruang kantor, asrama ustazah dan masjid. Foto: kumparanTerlihat beberapa mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan lumpur yang menggenangi area Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khairiyah dibantu anggota kepolisian, BPBD, relawan dan para santri. Foto: kumparanFoto: kumparanFoto: kumparan
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khairiyah terdampak parah oleh banjir yang melanda di Desa Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/1) sekitar pukul 20.00 WIB.
Ponpes yang memiliki seribu santri, terdiri dari 500 putra dan 500 putri tersebut menyisakan puing-puing bangunan, sampah sungai dan endapan lumpur setelah diterjang banjir semalam.
Endapan lumpur itu sampai masuk ke asrama santri putra maupun putri, ruang kelas, ruang kantor, asrama ustazah dan masjid.
Terlihat beberapa mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan lumpur yang menggenangi area Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khairiyah dibantu anggota kepolisian, BPBD, relawan dan para santri.
Seorang pengurus Ponpes Al Khairiyah bersama jurnalis memindahkan barang pascabanjir di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2025). Foto: kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar