Feb 25th 2024, 20:55, by Galih Prihantoro, Lampung Geh
WALHI Lampung menggelar konferensi pers menyikapi banjir yang mengepung Kota Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya. | Foto : Galih Prihantoro/ Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung menyebut banjir yang terjadi di Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya pada Sabtu (24/2) kemarin hingga Minggu (25/2) dini hari merupakan salah satu banjir yang terparah.
Direktur WALHI Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi banjir besar di Bandar Lampung yakni pada tahun 2013, kemudian tahun 2017 dan terbaru pada tahun 2024 ini.
"Selama 10 tahun terakhir bisa kita simpulkan kejadian banjir kali ini merupakan banjir terbesar, di mana sebelumnya banjir terbesar pernah terjadi di tahun 2017, kemudian sebelumnya tahun 2013," kata Irfan Tri Musri saat diwawancarai di kantornya, Minggu (25/2).
Dia menjelaskan, banjir yang terjadi sejak Sabtu (24/2) kemarin bisa disebut banjir terbesar karena dari jumlah titik daerah terdampak maupun intensitas banjir mengalami peningkatan.
"Kalau kita melihat berdasarkan data yang kita himpun sampai saat ini kita berhasil menginventarisir 11 titik wilayah yang terkena banjir. Dari 11 titik tersebut, itu 100 persen berada di lokasi yang berdekatan dengan sungai," jelasnya.
WALHI Lampung mendata sebaran titik banjir yang terjadi di Bandar Lampung. | Foto : Dok. WALHI Lampung
"Kemudian kalau kita bicara intensitas, hampir semua lokasi itu bukan merupakan kali pertama terjadi banjir," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Daerah WALHI Lampung, Prabowo Pamungkas mengatakan, banjir yang terjadi di Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya ini menjadi catatan tersendiri bagi WALHI Lampung.
"Utamanya mengingat peristiwa ini bukan hal yang pertama terjadi, tapi sejarahnya mungkin akan tercatat di tahun 2024 salah satu banjir terparah, mengingat terdapat beberapa titik yang terdampak dan ini cukup memprihatinkan," ungkapnya.
WALHI Lampung sebelumnya juga merespons terkait banjir yang mengepung wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.
Organisasi yang bergerak di lingkungan hidup ini menilai banjir yang terjadi merupakan bentuk kegagalan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana dalam mengatasi persoalan banjir. (Lih/Put)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar