Jan 14th 2024, 21:08, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat ditemui wartawan usai menghadiri diskusi bersama Generasi Perintis, di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Minggu (14/1/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, angkat bicara terkait adanya penembakan mobil ketua Tim Garda Prabowo-Gibran Sulawesi Selatan, Jabal Nur, pada Sabtu (13/1) dini hari.
Hasto menyayangkan peristiwa tersebut terjadi dan menimpa kubu Prabowo-Gibran.
"Ya sebenarnya hal tersebut [penembakan mobil] tidak boleh terjadi," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri diskusi bersama Generasi Perintis, di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Minggu (14/1).
Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD tersebut menyerahkan kasus itu ke kepolisian.
Namun, ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang lebih adil tanpa pandang bulu dari pihak kepolisian.
"Maka tugas polisi itu menegakkan keamanan, ketentraman, dan juga budaya tertib hukum," katanya.
"Hal itu tak akan terjadi apabila aparat keamanan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan tidak ikut-ikutan dalam kontestasi Pilpres," pungkasnya.
Mobil Ketua tim Garda Prabowo-Gibran Sulawesi Selatan, Jabal Nur, ditembak orang tak dikenal (OTK), Sabtu (13/1/2024). Foto: Dok. Istimewa
Sebelumnya, Ketua tim Garda Prabowo-Gibran Sulawesi Selatan, Jabal Nur, mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK), Sabtu (13/1) sekitar pukul 04.00 WIB. Mobil milik Jabal ditembaki di daerah Kec. Bisapp, Bantaeng.
Jabal mengatakan, saat itu dia memarkirkan mobilnya di depan Kantor Bank BRI Bisappu untuk melaksanakan salat subuh di masjid terdekat. Sedangkan adiknya pergi ke ATM.
"Saya lagi salat subuh dekat situ. Terus adik saya lagi di ATM tarik uang. Jadi saat penembakan tidak ada orang di mobil," kata Jabal kepada kumparan.
Mobil Ketua tim Garda Prabowo-Gibran Sulawesi Selatan, Jabal Nur, ditembak orang tak dikenal (OTK), Sabtu (13/1/2024). Foto: Dok. Istimewa
Setelah melaksanakan salat Subuh, dia bersama adiknya lalu kembali ke rumah. Saat itu mereka belum mengetahui mobilnya ditembak OTK. Hal itu baru diketahui saat mereka tiba di rumah dan menemukan proyektil peluru di dalam mobil.
"Saya cek dan ternyata ada proyektil peluru dalam mobil. Tapi, pelurunya itu agel (jenis peluru)," sambung caleg DPR RI dari partai PAN itu.
Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa itu. Dia curiga penembakan itu dilakukan dalam jarak dekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar