Jan 6th 2024, 20:09, by Melly Meiliani, kumparanTRAVEL
Festival es Hwacheon tahunan di Korea Selatan dimulai pada Sabtu (6/1), di tengah kekhawatiran terhadap pemanasan global. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSPada pukul 17.00 waktu setempat, lebih dari seratus ribu penduduk lokal dan wisatawan asing berkumpul dalam festival tersebut pada hari pertama. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSPengunjung terlihat menikmati memancing di es di danau beku dan menangkap ikan dengan tangan. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSSuhu terendah di Hwacheon adalah -6,9 derajat Celcius pada Sabtu pagi, yang merupakan suhu di atas rata-rata, menurut badan cuaca. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS"Benar bahwa pemanasan global menyulitkan kami menyelenggarakan festival Sancheoneo," kata Wali Kota Hwacheon Choi Moon-soon kepada Reuters. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSChoi menambahkan bahwa hujan yang tidak terduga sebelum festival dimulai berarti danau tersebut tidak memiliki ketebalan salju seperti biasanya yaitu 30 cm, namun malah mendekati lebih dari 20 cm, yang merupakan ketebalan minimum untuk festival. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSPihak penyelenggara mengatakan ketebalan tahun ini mencapai 23cm. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSKota ini menggunakan metode pengendalian ketinggian air untuk mengatasi pemanasan global dan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi sehingga danau dapat membeku seiring berjalannya waktu. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSFoto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Festival memancing di es Hwacheon tahunan di Korea Selatan dimulai pada Sabtu (6/1), di tengah kekhawatiran terhadap pemanasan global.
Pada pukul 17.00 waktu setempat, lebih dari 100 ribu penduduk lokal dan wisatawan asing berkumpul dalam festival tersebut pada hari pertama. Pengunjung terlihat menikmati memancing di es di danau beku dan menangkap ikan dengan tangan.
Suhu terendah di Hwacheon adalah -6,9 derajat Celsius pada Sabtu pagi, yang merupakan suhu di atas rata-rata, menurut badan cuaca.
"Benar bahwa pemanasan global menyulitkan kami menyelenggarakan festival Sancheoneo," kata Wali Kota Hwacheon Choi Moon-soon kepada Reuters.
Choi menambahkan bahwa hujan yang tidak terduga sebelum festival dimulai berarti danau tersebut tidak memiliki ketebalan salju seperti biasanya yaitu 30 cm, namun malah mendekati lebih dari 20 cm, yang merupakan ketebalan minimum untuk festival. Pihak penyelenggara mengatakan ketebalan tahun ini mencapai 23 cm.
Kota ini menggunakan metode pengendalian ketinggian air untuk mengatasi pemanasan global dan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi sehingga danau dapat membeku seiring berjalannya waktu.
Seorang pria berpura-pura memakan ikan trout yang ditangkapnya dengan tangannya di air es saat acara mempromosikan Festival Es Hwacheon di Hwacheon, selatan zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea, Korea Selatan, Sabtu (6/1/2024). Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar