Dec 16th 2023, 11:44, by Rini Friastuti, kumparanNEWS
Pelaku penganiayaan balita di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa
Polres Jakarta Timur mengupayakan Ibu dari balita (3) yang dianiaya oleh pacar tantenya di Kramat Jati, untuk pulang ke Indonesia agar dapat melihat korban secara langsung. Akan tetapi, sang ibu menolak untuk pulang, padahal difasilitasi.
"Enggak mau pulang (ke Indonesia)," ujar Kanit PPA Polres Jakarta Timur, Iptu Sri Yatmini saat dihubungi kumparan, Sabtu (16/12).
Sri mengatakan, ibu korban memberikan sejumlah alasan untuk menolak tawaran penyidik yang akan memfasilitasinya pulang. Menurut pengakuan Sri, si ibu enggan pulang karena tengah hamil tua.
"Alasannya karena sudah hamil tua. Kemudian yang bersangkutan alasannya dokumennya disimpan sama majikannya," ujar Sri.
Ibu korban sudah diupayakan untuk bertemu anaknya itu sejak saat masih mendapatkan perawatan di RS Polri Kramat Jati.
"Kami dari pihak penyidik menawarkan diri untuk membelikan tiket supaya bisa kembali ke indonesia, tapi dia kekeh tetap enggak mau," sambungnya.
Untuk diketahui, Ibu korban bekerja di Malaysia sebagai pekerja migran Indonesia. Dia menitipkan anaknya kepada SAB (17) yang tinggal di kontrakan tersangka, Risqi Ariskalaki (29) di Kramat Jati.
Korban Meninggal Dunia Usai Sepekan di ICU
Balita tersebut dinyatakan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif di ICU RS Polri Kramat Jati selama sepekan. Dia meninggal dunia pada Jumat (15/12) pukul 16.08 WIB.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Gunarto mengatakan, korban akan dimakamkan di kampung halaman ayahnya di Bengkulu.
"Insyaallah nanti setelah diautopsi akan di bawa Bapaknya ke Bengkulu untuk dimakamkan di sana," ujar Gunarto saat dihubungi kumparan, Sabtu (16/12).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar