Dec 13th 2023, 22:33, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tiba di kantor KPU jelang debat perdana pada Selasa (12/12/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menepis anggapan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan capres nomor urut 1 Anies Baswedan membuat strategi bersama 'menyerang' capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam debat pertama capres. Dia mengatakan semua terjadi secara natural.
"Itu bukan strategi, itu suasana kebatinan yang menyatukan karena sama-sama diintimidasi," kata Hasto di Kantor TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).
Terkait kans berkoalisi dengan paslon 01 di putaran kedua, Hasto menuturkan saat ini segala kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi, kata dia, hasil survei belum menunjukkan hasil riil di lapangan.
"Dari survei menunjukkan yang mutakhir meskipun 16 lembaga survei menunjukkan bias yang sangat berbeda karena kepentingan elektoral, karena kepentingan dipakai sebagai alat pemenangan. Kita melihat sekarang gerakan kelompok pro demokrasi, gerakan dari mahasiswa itu justru sudah sangat kuat untuk mengawal pemilu yang jurdil," tuturnya.
Ketiga capres foto bersama usai debat pertama Calon Presiden Pemilu 2024 di KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Apalagi, kata dia, banyak intimidasi dirasakan akhir-akhir ini. Menurutnya, mayoritas masyarakat setuju agar tidak ada intimidasi terjadi selama proses pemilu.
"Mengapa sudah dilakukan dengan cara-cara menakut-nakuti ketua BEM UI, Ibu Sinta, kemudian dipanggil oleh alat negara, kemudian mereka yang kritis ditekan, jurnalis ada yang ditekan, karena menampilkan berita kritis, survei ada yang ditekan itu kemudian terjadi arus balik, maka elektoral Pak Prabowo dan Mas Gibran 38 persen," tutur Hasto.
"Artinya ada 62% yang tidak setuju sehingga kekuatan yang menjaga pemilu jurdil ini sekarang semakin kuat, bagaikan efek bola salju," tandas dia.
Dalam debat pertama, Ganjar dan Anies memang terlihat kompak memberikan pertanyaan kepada Prabowo soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait usia capres-cawapres yang menuai polemik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar