Search This Blog

Mengapa RI Bertanggung Jawab atas Kemerdekaan Palestina? Ini Kata Abdillah Onim

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mengapa RI Bertanggung Jawab atas Kemerdekaan Palestina? Ini Kata Abdillah Onim
Nov 12th 2023, 13:36, by Aliyya Bunga, kumparanNEWS

Abdillah Onim alias Bang Onim, WNI yang menjadi relawan di Jalur Gaza menceritakan pengalamannya saat dievakuasi dari Jalur Gaza di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (12/11/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Abdillah Onim alias Bang Onim, WNI yang menjadi relawan di Jalur Gaza menceritakan pengalamannya saat dievakuasi dari Jalur Gaza di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (12/11/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Relawan Warga Negara Indonesia untuk Palestina (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Jalur Gaza, Abdillah Onim atau akrab disapa Bang Onim, menegaskan kemerdekaan Palestina — tanpa diperdebatkan lagi, adalah tanggung jawab bangsa Indonesia juga.

Pria yang berkecimpung sebagai relawan untuk Palestina sejak 2009 ini tiba dengan selamat di Tanah Air, setelah dievakuasi Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kairo dari medan perang pekan lalu.

Dalam kajian bertajuk 'Bahagia Karena Tidak Diperbudak Duniawi' yang diselenggarakan DT Peduli di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/11), Onim membagikan kisahnya saat dia dan keluarganya nyaris menjadi target penjajah Israel sebelum dievakuasi.

Bersama dengan kisahnya itu, Onim berusaha memberikan kesadaran bagi masyarakat Indonesia tentang penderitaan yang dirasakan rakyat Palestina di bawah penindasan dan penjajahan Israel selama puluhan tahun lamanya.

Seorang anak laki-laki mengibarkan bendera Palestina di sebuah bangunan rusak, di Gaza, Minggu (23/5) Foto: Suhaib Salem/REUTERS
Seorang anak laki-laki mengibarkan bendera Palestina di sebuah bangunan rusak, di Gaza, Minggu (23/5) Foto: Suhaib Salem/REUTERS

Menurut Onim, kemerdekaan rakyat Palestina merupakan tanggung jawab Indonesia juga — dan ada tiga alasan mengapa hal itu menjadi penting.

Isu Palestina sudah sangat jelas, tidak usah diperdebatkan, tanggung jawab kita. Kenapa tanggung jawab kita? Karena ada kiblat pertama muslim dunia," ucap Onim.

Yang kedua, kata Onim, isu Palestina adalah sebuah amanat konstitusi Indonesia — bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

"Saat ini saudara-saudara kita di Jalur Gaza sedang mengalami ketidakmanusiaan dan ketidakadilan, dengan demikian, kita tekankan dan kita garis bawahi ini adalah amanat konstitusi," jelas dia.

Abdillah Onim alias Bang Onim, WNI yang menjadi relawan di Jalur Gaza menceritakan pengalamannya saat dievakuasi dari Jalur Gaza di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (12/11/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Abdillah Onim alias Bang Onim, WNI yang menjadi relawan di Jalur Gaza menceritakan pengalamannya saat dievakuasi dari Jalur Gaza di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (12/11/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Sementara alasan ketiga, sambung Onim, adalah karena kemanusiaan dan kita sebagai manusia. Penjajah Israel yang meluncurkan serangan tanpa pandang bulu ke fasilitas sipil — lokasi berlindung warga dari gempuran, adalah sebuah kejahatan kemanusiaan.

"Tidak harus menjadi muslim untuk memberikan dukungan kepada Palestina, yang menjadi korban," kata Onim.

Menurut pengalamannya di medan perang, Onim melihat bagaimana Israel meluncurkan serangan secara brutal tanpa mempertimbangkan sasarannya. Bahkan, kata Onim, target mereka bukan hanya muslim Palestina saja.

"Gereja dihancurkan, masjid dihancurkan, madrasah dihancurkan, sekolah Kristen dihancurkan, umat Islam dibantai, saudara kita umat Kristen pun dibantai. Dengan demikian yang kita suarakan adalah kewajiban kita yang kedua adalah amanat konstitusi dan yang ketiga adalah kemanusiaan," tegas Onim.

Abdillah Onim. Foto: Instagram/@bangonim
Abdillah Onim. Foto: Instagram/@bangonim

Onim — pria kelahiran 12 Juni 1979 di Galela, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, tiba di Indonesia berkat bantuan dan koordinasi KBRI Kairo dengan Kementerian Luar Negeri RI pada awal November lalu.

Beserta istrinya, seorang warga negara Palestina, dan tiga orang anak balita Onim berhasil selamat dari gempuran penjajah. Dia pertama kali menjadi relawan di bawah naungan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia pada 2009. Kala itu, Israel juga sudah mengempur Jalur Gaza — meski tidak sebrutal sekarang.

Kemudian, pada 2018 Onim mendirikan lembaga kemanusiaan yang menyalurkan bantuan dari Indonesia ke Palestina bernama Nusantara Palestina Center (NPC).

Dalam kajian tauhid di Masjid Istiqlal itu, Onim berbagi pengalaman dan materi bersama KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Syahroni Mardani.

Media files:
01he9y7brzpk6e20r8ragf3135.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar