Oct 15th 2023, 19:47, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Mendag Zulhas di New Makassar Mall.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau aktivitas perdagangan di New Makassar Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/10).
Dalam kunjungannya ini, Mendag yang akrab disapa Zulhas berkeliling ke kios-kios untuk berdialog dengan pedagang. Mendag berdiskusi dan mendengar keluhan para pedagang di New Makassar Mall.
Zulhas yang mengajak Wali Kota Bogor Bima Arya datang sekitar pukul 10.50 WITA. Selain Bima Arya juga ada Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, dan Staf Ahli Bidang Hukum, dan Politik Pemkot Makassar, Andi Irwan Bangsawan.
Kehadiran Zulhas langsung disambut antusias para pengunjung hingga menjadi sasaran untuk selfie. Para pedagang juga menyambut hingga meminta Ketua Umum PAN itu untuk datang ke lapak jualan dan melihat produk dagangannya secara langsung.
"Bagaimana dagangannya, sudah penglaris belum?" tanya Zulhas kepada salah satu pedagang yang disinggahinya di mal eks Pasar Sentral tersebut.
"Kurang laku, Pak. Penjualannya menurun. Kami kalah dengan online, kalah sama e-commerce," kata salah satu pedagang pakaian yang didatangi Zulhas dan rombongan.
Zulhas lanjut berkeliling toko hingga menemukan penjual songkok khas Makassar. Ia pun langsung membeli dan mengenakan songkok tersebut, lalu melanjutkan kembali keliling toko lainnya.
Mantan Ketua MPR itu juga membeli rok, kerudung, dan baju kemeja dari beberapa pedagang. Setelahnya, barang-barang yang sudah diborong pun dibagikan ke para pengunjung.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pedagang Makassar Mall (APMM), Muh Sahid mengeluh terkait omzet penjualan turun drastis. Dia menyebut, sebelum adanya pedagang online, pedagang konvensional bisa meraup untung puluhan juta.
"Tapi sekarang, omzet pendapatan kami turun akibat disaingi pedagang-pedagang online.
Mendag Zulhas di New Makassar Mall.
Dulu kami bisa dapat Rp30 juta, sekarang Rp500 ribu saja kita tidak mampu," keluh Muh Sahid.
Untuk itu, dia meminta agar pemerintah pusat menutup semua aktivitas di semua platform digital. "Kami berharap semua toko online ditutup, kami rugi pak," lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Zulhas mengatakan, pemerintah hadir untuk mendengar keluhan masyarakat agar semua pihak tidak ada yang dirugikan. "Tetapi platform digital itu justru menunjang pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Oleh karena itu, dia menjelaskan soal Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.
Mantan Menteri Kehutanan ini menekankan bahwa semua aktivitas bisnis online seperti live Tiktok dan aplikasi lainnya telah dihentikan pemerintah. "Yang isinya, kalau media sosial (medsos) tidak boleh jualan, yang media sosial saja," tegasnya.
Namun, bisnis online lewat Electronic Commerce atau e-commerce, pemerintah masih memperbolehkan. "Kalau dia mau menjadi sosial e-commerce, harus ada izin persyaratannya. Sosial e-commerce hanya boleh iklan dan promosi saja," beber Zulhas.
Zulhas pun menyarankan, jika pedagang ingin beralih ke e-commerce, harus melewati beberapa persyaratan. Tujuannya, agar pedagang konvensional tak dirugikan.
"Apa syaratnya, harus ada izin dari edar BPOM, harus ada sertifikat halal," ujarnya.
Selain itu, barang jualan dari produk luar negeri juga harus dapat izin. "Kemudian kalau dia elektronik harus ada syarat SNI-nya, syarat purnajual. Peraturannya banyak. Diatur lagi, tidak boleh di bawah harga pokok," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar