Oct 8th 2023, 20:02, by Soni Insan Bagus L, kumparanSPORT
Anggota delegasi Indonesia mengikuti parade atlet pada upacara pembukaan Asian Games 2022 di Stadion Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou di Hangzhou di provinsi Zhejiang timur China, Sabtu (23/9/2023). Foto: Ishara S.KODIKARA/AFP
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan melakukan evaluasi terkait hasil Tim Indonesia di Asian Games 2022 (2023). Mereka akan bersiap untuk menyambut ajang besar selanjutnya dalam waktu dekat, yakni Olimpiade 2024.
Hal ini dituturkan oleh Raja Sapta Oktohari selaku Ketua KOI. Ia akan mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk Olimpiade tahun depan yang akan digelar di Paris, Prancis.
"Kita mendapat banyak referensi dari Asian Games untuk bahan evaluasi menuju Paris. Pulang dari sini, kita harus duduk bersama dan mengevaluasi perbaikan-perbaikan yang perlu kita lakukan. Olimpiade Paris tinggal satu tahun lagi dan kualifikasi sudah berjalan, kita harus mengoptimalkannya," kata Okto dalam pernyataan resminya.
"Ada BMX yang melanjutkan tradisi emas yang dicetak di Jakarta-Palembang. Wushu impresif di negara asal bela diri ini. Panahan mendapat tiket Olimpiade Paris 2024. Weightlifting melalui atlet Rahmat Erwin Abdullah meraih emas dan mencatat rekor dunia, rekor Asia dan rekor Asian Games. Speed climbing juga mampu mencatatkan rekor Asian Games, dan perak yang diberikan skateboard, InsyaAllah, bisa menjadi modal bagi Indonesia lolos kualifikasi di Paris," kata Okto.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Foto: NOC Indonesia
Indonesia finis di peringkat 13 Asian Games 2022 di Hangzhou, China. 'Merah Putih' meraih 7 emas, 11 perak, serta 18 perunggu. Jika dilihat dari raihan emas, ini merupakan yang terbaik dalam 41 tahun terakhir sejak Asian Games digelar di luar Indonesia.
Raja Sapta Oktohari juga berharap masyarakat bisa menghargai perjuangan atlet di Asian Games. Ia tak ingin atlet yang gagal mengukir prestasi menjadi dihujat.
"NOC Indonesia [KOI] tidak membeda-bedakan atlet, baik yang menang dan belum berhasil mendapat perlakuan sama. Saya atas nama pribadi dan NOC Indonesia mengecam warganet yang mengecam netizen yang tidak bertanggung jawab yang mengganggu konsentrasi atlet,'' ujar Okto.
''Sebab, atlet adalah aset bangsa. Atlet sudah berjuang untuk kita semua, sehingga tidak layak mendapat perlakuan yang tidak baik," dirinya menambahkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar