Apr 23rd 2023, 12:58, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Pekerja memasang pondasi pengecoran jalan pada proyek pelebaran jalan di rest area KM 86, Jawa Barat, Rabu (12/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Mudik punya banyak cerita. Bukan cuma urusan macet, kini yang lagi ramai soal kena getok harga makanan di rest area Tol TransJawa. Bagaimana menyikapinya?
Cuitan dari Ketua Ketua DPP PSI, Sigit Widodo, ramai diperbincangkan. Sigit yang dikonfirmasi kumparan, Minggu (23/4) bertutur, saat mudik dia memesan dua porsi nasi ayam dan teh dalam kemasan, harganya Rp 155.000.
Kata Sigit juga, penjualnya sebelumnya ngotot makanannya dibayar setelah makan. Namun dalam cuitannya sebenarnya Sigit menyampaikan bahwa, kalau niatnya ingin beramal dengan harga segitu, ya boleh saja.
Pro kontra menyeruak soal harga makanan di rest area ini. Ada yang mengeluhkan soal harga yang memang mahal dan tak masuk akal. Bahkan membandingkan dengan harga di resto franchise luar negeri yang bertebaran di rest area, dan lebih masuk akal.
Papan tanda jalan terlihat dengan kondisi bengkok di SPBU Pertamina di rest area kilometer 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Ada juga yang tak mempersoalkan, hitung-hitung beramal setahun sekali, karena momen lebaran ibarat 'THR' bagi pengelola resto. Yaah, tidak tiap hari ramai mereka.
Warung makan di rest area sendiri sebenarnya ada yang terdiri dari UMKM yang difasilitasi dan ada juga tenant yang memang menyewa dari pengelola tol.
Bagi pemudik, saat perut lapar tak ada pilihan memang ketika masuk rest area. Mau tak mau membeli makanan yang tersedia di sana.
Namun, sedikit tips biar tidak kena getok soal harga, mungkin bisa dipertimbangkan.
(1). Saat masuk rest area untuk beristirahat, coba cari restoran yang memang memasang harga makanan.
Setelah memarkirkan mobil, tak ada salahnya jalan keliling rest area sambil hitung-hitung melemaskan otot.
Banyak pilihan resto di rest area, mulai dari makanan lokal hingga resto franchise luar negeri. Sambil lihat-lihat suasana rest area, lihat juga restoran yang memasang harga di menu makanannya. Biar enggak kena getok nanti.
(2). Bila ada resto yang tak memasang harga, jangan sungkan bertanya ke penjual. Makanan A harganya berapa, makanan B harganya berapa.
Ingat ini penting, soal menanyakan harga, kecuali ya itu tadi mau berbagi sedekah saat lebaran.
(3). Kalau pesanan makanan banyak minta nota , bon, atau bukti hitungan pembayaran. Kenapa?
Hitung-hitungan pembayaran ini penting, biar tahu harga dan apa saja yang dipesan. Baiknya urusan nota ini diminta setelah usai memesan. Penjual akan berpikir, kita orang yang teliti urusan harga.
Tapi ingat jangan lupa dicek lagi setelah mendapatkan bukti pembayaran.
(4). Makan di resto franchise mau lokal atau internasional. Ini memang pilihan terakhir kalau warung makanan UMKM tak memenuhi syarat. Tapi kalau bisa makanan di resto UMKM, biar membantu.
Urusan resto franchise ini biasanya harganya sudah jelas dan tak jauh beda dengan harga yang di non rest area. Lagian kalau ada apa-apa mudah mengadu ke manajemen mereka.
(5). Bawa bekal sendiri ini paling aman.
Ya sebenarnya belanja makanan atau oleh-oleh di rest area itu membantu loh, bagi pelaku UMKM. Karena da beberapa pelaku UMKM yang disediakan tempat untuk berjualan. Ibarat kata berbagi rezeki setahun sekali.
Namun kalau memang takut digetok, silakan saja bawa bekal makanan, dan belanja seperlunya di rest area.
Sedikit tips ini mungkin bisa membantu mengurangi kerisauan kala makan di rest area. Tapi ingat ya, tak semua resto di rest area pasang harga mahal kok. Ada juga yang sewajarnya.
Omong-omong kamu ada tips lain? Atau pengalaman di rest area? Silakan berbagi ke redaksi@kumparan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar