Search This Blog

Kenapa Ibu Hamil Bisa Alami Bau Badan? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya!

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenapa Ibu Hamil Bisa Alami Bau Badan? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Apr 9th 2023, 17:06, by Nabilla Fatiara, kumparanMOM

Ibu hamil mengalami bau badan berlebih. Foto: Shutterstock
Ibu hamil mengalami bau badan berlebih. Foto: Shutterstock

Ibu hamil mengalami banyak perubahan pada tubuhnya selama kehamilan. Beberapa kondisi seperti kulit gatal, keringat berlebihan, kelelahan, bahkan bau badan pun sangat mungkin dialami. Ya Moms, berbagai perubahan ini mungkin membuat Anda tidak nyaman, terutama pada trimester pertama ketika mengalami mual dan muntah (morning sickness). Dikutip dari Mom Junction, meningkatnya indera penciuman selama perubahan hormon menyebabkan bau badan berlebih selama trimester pertama. Tak hanya itu, penambahan berat badan juga dapat menyebabkan peningkatan bau pada trimester ketiga, karena keringat dapat mengendap di lipatan kulit lalu akhirnya mengeluarkan bau. Selain itu, ada beberapa penyebab bau badan lain saat hamil, yakni: 1. Keringat Lebih Banyak Perubahan hormon saat hamil membuat suplai darah ke kulit jadi bertambah. Hal inilah yang membuat tubuh menjadi lebih hangat lalu berkeringat. Volume keringat yang meningkat inilah dapat menyebabkan bau badan berlebih. Selama hamil, Anda juga sangat mungkin berkeringat pada malam hari saat tidur. Sehingga, tidur pun jadi kurang nyaman. 2. Indera Penciuman yang Meningkat Hormon yang meningkat selama kehamilan juga berdampak pada indera penciuman menjadi lebih sensitif. Sehingga, ibu hamil akan lebih menyadari tentang bau badannya. 3. Perubahan Pola Makan Beberapa ibu hamil disarankan untuk mengubah pola makan mereka agar mendapatkan nutrisi yang optimal bagi janinnya. Tapi ada juga yang mungkin makan berlebihan karena ngidam. Nah Moms, beberapa jenis makanan yang sebelumnya tidak atau jarang dikonsumsi, lalu saat ngidam Anda pun jadi ingin memakannya. Tetapi beberapa makanan seperti daging sapi dan ayam, telur, seafood, kembang kol, termasuk kangkung dapat menyebabkan bau badan tidak sedap, lho!

Ilustrasi ibu hamil nyeri di vagina. Foto: christinarosepix/Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil nyeri di vagina. Foto: christinarosepix/Shutterstock

4. Aroma Vagina Kehamilan juga dapat menyebabkan bau vagina yang tidak biasa, disertai sensasi terbakar, gatal, dan keluar cairan berwarna cokelat atau merah. Jika Anda mengalami lebih dari satu gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, ya! Mengatasi Bau Badan saat Hamil Tidak usah repot-repot karena sebenarnya Anda dapat mengatasi masalah bau badan ini sendiri di rumah kok, Moms. Penasaran? Ini dia caranya!

- Mandi dua kali sehari dengan sabun - Cukur rambut di area ketiak dan area kemaluan untuk mencegah pertumbuhan bakteri - Banyak minum untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dan membantu membuang racun tubuh - Kenakan pakaian dengan bahan katun, wol, atau sutra karena memungkinkan kulit lebih bernapas, serta mengurangi suhu tubuh dan keringat - Hindari makan makanan berbau seperti bawang merah, bawang putih, dan seafood. Lebih banyaklah makan sayur dan buah untuk mengurangi bau yang tidak sedap - Jaga kebersihan vagina dengan mencucinya hanya dengan air - Gunakan deodoran dan antiperspiran, namun hindari bahan yang berisiko memberi efek buruk pada janin. - Saat berkeringat, bisa menggunakan tisu basah bayi dan seka area ketiak dan bawah payudara. Namun, bila bau badan Anda tetap berkelanjutan meski telah mengikuti langkah-langkah di atas, segera cek ke dokter untuk dicarikan pengobatan yang tepat.

Media files:
sl083zqjgjfvvpuvdruf.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar