Ibu bersama korban sesuai melaporkan dugaan penganiayaan oleg oknum guru di Polrestabes Palembang, Foto : Abdul Toriq/Urban. Id
Seorang siswa di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RA (11), mengalami dugaan penganiayaan di dalam sekolah yang dilakukan oleh oknum guru yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah berinisial YD.
Ibu dari RA bernama Lia Rosa (40) mengatakan dari keterangan anaknya peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/2) sekitar pukul 09.00 WIB ketika YD melakukan pemeriksaan disiplin para siswa di ruang kelas VI di Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Al-Fathona di Jalan Jepang, Kecamatan Alang-alang Lebar.
"Saat itu ada razia di dalam kelas, kemudian para siswa termasuk anak saya di suruh berdiri. Dan terlapor berinsial YD melakukan pemeriksaan seperti razia," kata dia, Sabtu (11/3).
Lia menjelaskan saat melakukan pemeriksaan oleh YD, pada saat itu RA mengatakan tidak membawa mainan YD. Namun jawaban tersebut diduga membuat oknum guru tersebut memukul anaknya di bagian pelipis mata dengan gagang sekop sampah.
Aksi kekerasan yang dilakukan YD membuat RA menenangkan dirinya keluar kelas. Ketika kembali lagi masuk ke dalam kelas, pelipis mata sebelah kanannya terasa sakit.
"Kata anak saya, YD itu malah mengejarnya dan langsung piting lehernya dengan tangan kanan," kata dia.
Kekerasan YD pun akhirnya berhasil dipisahkan oleh guru lain yang melihat peristiwa itu. Sedangkan anak korban yang mengalami luka lebam di pelipis mata sebelah kanan langsung pulang ke rumah.
"Saya awalnya tidak mengetahui kejadian itu, saya tahunya dari ibu teman anak saya. Mengetahui anak saya menjadi korban penganiayaan, saya langsung memanggil anak saya. Ketika saya tanya, anak saya mengakui sudah dianiaya oleh guru itu. Saya lihat pelipis mata sebelah kanannya lebam dan langsung saya bawa berobat ke RS Muhammadiyah Palembang," kata dia.
Setelah peristiwa kejadian itu, menurut Lia, hingga kini keadaan anaknya seperti terlihat trauma. Bahkan rencananya akan membawa RA ke psikiater untuk menghilangkan trauma.
"Dia sering bilang takut nanti waktu masuk ke SMP kejadian seperti yang dialaminya terjadi lagi," terang Lia, berharap laporannya segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Tak terima dengan kejadian ini Lia pun melaporkan dugaan penganiayaan oknum guru ke Polrestabes Palembang, pada Jumat (10/3/2023).
"Saya berharap laporannya segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian," kata dia.
Laporan orang tua korban saat ini sudah diterima oleh pihak SPKT Polrestabes Palembang, dan tengah dalam penyelidikan unit Reskrim.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD IT Al-Fathona, belum bisa memberikan keterangannya ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler oleh awak media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar