Dec 26th 2022, 14:53, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri meninjau pembangunan rumah relokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (5/11/2022). Foto: Dok. Kementerian PUPR
Merencanakan keuangan untuk keadaan yang tidak terduga dinilai penting untuk dilakukan. Apalagi, belakangan ini sering terjadi bencana alam seperti gempa bumi yang datangnya bisa kapan saja dan bisa berdampak ke rusaknya rumah.
Selain itu, curah hujan yang tinggi bisa juga membuat rumah rusak karena banjir. Nah, agar biaya renovasi tidak membengkak, masyarakat harus menyiapkannya antisipasi seperti dana tambahan.
Berikut ini ada tips yang bisa dilakukan agar biaya renovasi rumah tidak membengkak:
Periksa Bagian Rumah Secara Berkala
Saat hujan sedang tidak turun, ada baiknya dilakukan pengecekan secara berkala pada kondisi rumah. Department Head Retail OK Bank, Hardiansyah Ramadhan, mengatakan perlu diperhatikan setiap detail dan memastikan kerusakan yang ada tidak akan terkena aliran listrik dan mengakibatkan korsleting di rumah. Pastikan juga kondisi atap rumah tidak rusak, bocor ataupun longgar.
"Tidak hanya itu, kalian juga perlu memperhatikan selalu perubahan kondisi dinding rumah seperti berjamur, cat dinding yang terkelupas ataupun terjadinya perubahan warna. Kalian perlu melihat bagaimana kondisi jendela rumah yang paling rentan dari kebocoran," kata Hardiansyah melalui keterangan tertulis, Senin (26/12).
"Periksa secara detail jika terjadi keretakan pada kusen jendela dan pastikan keseluruhan dari jendela yang kalian miliki dalam kondisi baik selama hujan berlangsung," tambahnya.
Ilustrasi membangun rumah. Foto: Shutterstock
Hardiansyah menilai hal penting lainnya adalah memastikan memiliki drainase yang baik. Sehingga dapat menahan genangan air yang terkumpul di sekitar atap.
"Kalian juga bisa melakukan pembersihan pada talang air hujan agar kotoran yang menumpuk tidak menyebabkan aliran air mampet dan genangan air yang melebar," terang Hardiansyah.
Segera Renovasi Jika Dibutuhkan
Setelah melakukan pemeriksaan secara berkala, Hardiansyah menyarankan masyarakat dapat memulai perencanaan renovasi rumah secara bertahap untuk menghindari kerusakan yang lebih besar saat puncak musim hujan datang. Ia mengatakan beberapa ahli konstruksi mengatakan akan melakukan renovasi rumah saat musim hujan karena memberikan keuntungan tersendiri.
"Hal ini dikarenakan kontraktor dapat membangun pondasi yang lebih kuat saat melakukan perbaikan rumah. Tidak hanya itu, struktur tanah juga jauh lebih lunak, suhu udara yang lebih rendah dan kelembaban udara akan meningkat," ungkap Hardiansyah.
Saat melakukan renovasi, kata Hardiansyah, perlu memiliki ketelitian yang lebih dalam memilih bahan material dan memahami bahwa ada beberapa bahan yang tahan air seperti batu bata, ada juga bahan yang memerlukan tempat penyimpanan tersendiri seperti semen dan pasir.
"Disamping itu, kalian juga perlu memilih kontraktor berpengalaman yang dapat menyiasati cuaca dan memiliki sejumlah pilihan antisipasi, sehingga dapat membantu kalian memiliki daftar pekerjaan yang perlu dilakukan dengan segera atau prioritas kerja," kata Hardiansyah.
Siapkan Dana Tambahan
Hardiansyah mengungkapkan hal yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan adalah persiapan dana utama dan dana tambahan untuk berjaga-jaga jika pengerjaan tertunda dan membutuhkan waktu lebih lama. Ia menjelaskan dengan adanya dana tambahan dapat mengganti material yang rusak karena hujan.
Hardiansyah menuturkan masyarakat juga bisa mendapatkan dana tambahan melalui program perbankan.
"Untuk perencanaan keuangannya, lebih baik memiliki rincian dana dan mendiskusikan total pengeluaran dengan kontraktor kalian sehingga segala sesuatu sudah terukur seperti yang direncanakan," tutur Hardiansyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar