Dec 2nd 2022, 20:59, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga (tengah) di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (19/11). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menanggapi wacana Kereta Api (KA) Argo Parahyangan akan ditutup demi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) beroperasi pada Juni 2023.
Arya menegaskan, kebijakan penutupan KA Argo Parahyangan belum diputuskan dan masih dalam tahap pembahasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kemenko Maritim dan Investasi.
"Masih dibahas, tunggu saja kapan, masih dalam pembahasan semua. Kan operasionalnya juga masih lama bulan Juni tahun depan, masih panjang juga pembahasannya," ujarnya saat dihubungi kumparan, Jumat (2/12).
KA Argo Parahyangan. Foto: KAI
Meski demikian, Arya menjelaskan KCJB bisa menjadi pilihan yang baik untuk menggantikan KA Argo Parahyangan. Dia pun memaparkan perbedaan antara kereta tersebut dengan KCJB dari sisi harga dan jarak tempuhnya.
Kata dia, harga tiket KA Argo Parahyangan dibanderol Rp 170.000-180.000 dengan waktu tempuh selama kurang lebih 3 jam. Sementara itu, KCJB yang harga tiketnya direncanakan Rp 250.000 memiliki waktu tempuh jauh lebih singkat, yaitu hanya 30 menit.
Selain itu, meskipun banyak orang yang menyinggung bahwa stasiun pertama dan terakhir KCJB terletak jauh dari pusat kota Jakarta maupun Bandung, dia berkata pemerintah sudah menyediakan transportasi publik pendukung yang cepat dan terjangkau.
"Nah ada yang bilang tapi enggak sampai kota. Coba lihat kalau mau ke Halim kita naik LRT, LRT ada di mana-mana, ada di Kuningan ada di mana, itu LRT ada semua tuh," tegasnya.
"Sementara sampai di Padalarang itu akan ada feeder kereta ke Kota Bandung yang cuma 10 menit, kalau ditotalin itu enggak nyampe 1 jam juga," tambah Arya.
Arya juga menyebutkan, KCJB juga bisa menjadi pengganti KA Argo Parahyangan karena sama-sama menargetkan masyarakat kelas menengah atas. Hal ini juga mengingat KA Argo Parahyangan memiliki kelas Luxury dengan harga tiket Rp 400.000.
"Ketika dikasih pilihan naik kereta cepat mereka cuma 1 jam sampai ke Bandung dengan LRT dan feeder sampai stasiun Kota Bandung, 1 jam dengan 3 jam, itu yang membuat publik jadi berpikir mau pilih mana," tutur dia.
Dia pun memastikan, dengan perbedaan antara harga dan waktu tempuh kedua kereta tersebut, masyarakat bisa mempertimbangkan mana moda transportasi yang lebih menguntungkan.
"Ini jadi sesuatu yang menarik dan orang akan memilih yang mana jelas, apalagi bedanya sampai 2 jam lho perbandingannya," pungkas Arya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa KA Argo Parahyangan akan ditutup. Hal ini menyusul proyek KCJB yang akan beroperasi Juni 2023.
"Ya [akan ditutup]," ujar Luhut menjawab pertanyaan kumparan soal apakah betul kereta tersebut bakal ditutup, saat ditemui di The Ritz-Carlton Pacific Place, Selasa (29/11).
"Nanti kita lihat," sambungnya saat dikonfirmasi lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar