Search This Blog

Venezuela Mencekam, Milisi Bersenjata Cari Warga AS

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Venezuela Mencekam, Milisi Bersenjata Cari Warga AS
Jan 11th 2026, 12:16 by kumparanNEWS

Anggota Garda Nasional berjaga di depan mural mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu (10/1/2026). Foto: Juan BARRETO / AFP
Anggota Garda Nasional berjaga di depan mural mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu (10/1/2026). Foto: Juan BARRETO / AFP

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warga AS yang berada di Venezuela untuk segera meninggalkan negara tersebut. Media AFP dalam siaran terbarunya, Minggu (11/1) melaporkan peringatan itu menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat aktivitas milisi bersenjata di jalanan.

"Situasi keamanan di Venezuela masih tidak menentu," kata Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan keamanan resminya pada Sabtu (10/1)

Peringatan ini disampaikan sekitar sepekan setelah pemimpin Venezuela Nicolas Maduro ditangkap pasukan AS dalam operasi mendadak. Otoritas AS menyebut kelompok milisi bersenjata yang dikenal sebagai "Colectivos" kini dilaporkan memasang pos pemeriksaan dan menghentikan kendaraan untuk mencari warga negara AS atau bukti dukungan terhadap AS.

"Karena penerbangan internasional telah kembali beroperasi, warga negara AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara tersebut," bunyi pernyataan Kedutaan Besar AS, seraya memperingatkan adanya pemeriksaan kendaraan oleh kelompok bersenjata.

Demonstran yang memegang bendera Venezuela meneriakkan slogan-slogan selama unjuk rasa mendukung mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Valencia, negara bagian Carabobo, Venezuela, Sabtu (10/1/2026). Foto: Jacinto OLIVEROS / AFP
Demonstran yang memegang bendera Venezuela meneriakkan slogan-slogan selama unjuk rasa mendukung mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Valencia, negara bagian Carabobo, Venezuela, Sabtu (10/1/2026). Foto: Jacinto OLIVEROS / AFP

Menurut laporan AP News, AS menetapkan Venezuela pada status perjalanan Level 4 atau "Jangan Bepergian", tingkat peringatan tertinggi, dengan alasan risiko serius seperti penahanan sewenang-wenang, kekerasan, penculikan, kerusuhan sipil, hingga buruknya layanan kesehatan.

Di sisi lain, ketegangan mulai diimbangi langkah politik. Presiden AS Donald Trump disebut membatalkan rencana serangan lanjutan ke Venezuela setelah pemerintah setempat membebaskan sejumlah tahanan politik. Hingga akhir pekan, sedikitnya 18 orang dilaporkan telah dibebaskan, seperti dikutip Reuters.

Pembebasan tahanan tersebut dipandang sebagai sinyal awal perbedaan konflik, meski kelompok HAM mencatat masih terdapat ratusan tahanan politik yang berada di balik jeruji.

Media files:
01kenmrfyzdf3p5rv9kf258rfc.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar