Presiden AS Donald Trump bertemu Wali Kota New York City terpilih Zohran Mamdani di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Jumat (21/11/2025). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
Presiden AS Donald Trump akhirnya menerima Wali Kota New York terpilih Zohran Mamdani di Gedung Putih. Jika keduanya sebelumnya saling melempar kritik dan hinaan, kali ini mereka saling memuji satu sama lain.
Mamdani sering mengkritik janji Trump untuk meningkatkan upaya hukum imigrasi federal di New York, yang 4 dari 10 warganya lahir di luar negeri. Sementara Trump sempat mengancam akan mencabut dana federal New York City jika Mamdani menang pilwalkot.
Bahkan beberapa minggu sebelum bertemu, Trump sempat menyebut Mamdani sebagai "orang gila kiri radikal", seorang komunis, dan "pembenci Yahudi".
Kurang dari satu jam bertemu, Trump berulang kali membantu Mamdani menepis pertanyaan tajam jurnalis. Keduanya tampak tertawa saat jurnalis mengingatkan tentang apa yang pernah mereka katakan tentang satu sama lain.
"Saya pernah disebut jauh lebih buruk daripada seorang despot (penguasa tunggal). Jadi (apa yang dikatakan Mamdani) tidak terlalu menghina, tapi saya rasa dia akan berubah pikiran setelah kami bekerja bersama," kata Trump, dikutip dari Reuters, Sabtu (22/11).
Presiden AS Donald Trump bertemu Wali Kota New York City terpilih Zohran Mamdani di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Jumat (21/11/2025). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
Mamdani kemudian ditanya apakah masih menganggap Trump seorang fasis.
"Tidak apa-apa. Anda bisa bilang 'iya'," kata Trump sambil tersenyum dan menepuk lengan Mamdani dua kali.
"Itu lebih gampang daripada dijelaskan," lanjut Trump.
Trump kembali membela Mamdani atas pernyataan Islamofobia yang dia terima. Trump ditanya apakah dia percaya Mamdani seorang jihadis.
"Tidak. Saya bertemu dengan seorang pria yang sangat rasional," ungkap Trump.
Puja Puji Trump untuk Zohran Mamdani
Presiden AS Donald Trump bertemu Wali Kota New York City terpilih Zohran Mamdani di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Jumat (21/11/2025). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
Dalam pertemuan itu, Trump sering melontarkan pujian kepada Mamdani. Ia bahkan sepakat dengan Mamdani terkait beberapa hal.
"Kami sepakat dalam banyak hal daripada yang saya duga. Kami punya satu kesamaan: Kami ingin kota yang kami cintai ini berkembang dengan baik," ungkap Trump.
Meski demikian, baik Trump dan Mamdani tidak mengumumkan hal baru terkait kebijakan, kecuali sinyal persahabatan yang tak terduga dan membawa perubahan politik.
"Apa yang saya benar-benar hargai dari presiden adalah pertemuan yang kita adakan tidak fokus pada titik-titik perselisihan, yang memang banyak, tetapi juga fokus pada tujuan bersama yang kita miliki dalam melayani warga New York," kata Mamdani.
Mamdani selama kampanye berjanji akan membekukan biaya sewa, bus gratis, dan penitipan anak gratis. Trump mengaku senang dengan program Mamdani yang ingin membangun lebih banyak perumahan. Trump juga senang begitu tahu banyak pemilihnya di New York yang memilih Mamdani di pilwalkot.
"Ketika kami bicara kepada mereka yang memilih Presiden Trump, mereka berbicara soal biaya hidup," kata Mamdani.
Trump yang memperhatikan keterjangkauan dan inflasi mengatakan program Mamdani masuk akal.
"Beberapa ide-idenya sama dengan ide-ide yang saya miliki. Semakin baik dia melakukannya, saya akan semakin bahagia," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar