Ilustrasi menggunakan Sistem Manajemen Moka. Foto: dok. Moka
Kehadiran software inventory memudahkan UMKM untuk mengelola stok barang secara digital. Hal ini membuat manajemen persediaan menjadi lebih efisien dilakukan, mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pendistribusian barang ke pelanggan.
Sehingga, kerugian akibat stok berlebih maupun kekurangan barang dapat diminimalisir dan efisiensi operasional pun jadi lebih terjaga.
Salah satu metode software inventory yang banyak diterapkan adalah ABC Analysis. Metode ini membagi barang ke dalam tiga kategori: produk bernilai tinggi (A), bernilai sedang (B), dan bernilai rendah (C). Pendekatan tersebut membantu menentukan prioritas restock serta memaksimalkan ruang penyimpanan di gudang.
Selain itu, pencatatan stok secara detail menjadi langkah penting yang tak bisa diabaikan. Informasi seperti jumlah, tanggal masuk dan keluar, serta kondisi barang perlu diperbarui secara rutin. Dengan bantuan sistem digital, data stok dapat dipantau secara real-time sehingga risiko salah hitung bisa ditekan.
Para ahli juga menyarankan agar bisnis melakukan stock opname berkala untuk memastikan kesesuaian antara catatan sistem dan kondisi fisik di lapangan. Evaluasi terhadap pemasok pun diperlukan agar kualitas barang dan ketepatan pengiriman tetap terjaga.
Di sisi lain, penyusunan SOP dan anggaran stok membantu mengontrol proses serta pengeluaran agar bisnis lebih efisien. Lantas, mengapa manajemen stok begitu penting bagi kelangsungan bisnis?
Pengelolaan stok yang baik membantu perusahaan menghindari penumpukan barang berlebih serta mencegah produk kedaluwarsa. Tanpa sistem manajemen persediaan yang teratur, biaya gudang, listrik, hingga keamanan dapat meningkat karena stok yang menumpuk tidak segera terpakai.
Selain itu, data stok yang akurat mempermudah proses forecasting dan pemesanan ulang. Dengan memahami pola permintaan pasar, pemilik usaha dapat menghindari keterlambatan pengiriman maupun pemborosan akibat pemesanan berlebih.
Pemanfaatan teknologi kini menjadi langkah strategis dalam menjaga daya saing. Beragam aplikasi stok barang terbaik menawarkan fitur pemantauan stok real-time, pengaturan Purchase Order, hingga notifikasi otomatis saat stok menipis. Dengan sistem ini, pelaku usaha dapat mengelola persediaan secara terpusat dan terukur.
Pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi bisnis, terutama ketika pengelolaan stok barang dilakukan.
Tak heran, banyak UMKM yang menggunakan Sistem Manajemen Stok dari Moka. Sebagai bagian dari ekosistem digital Moka, platform ini dirancang untuk membantu pemilik usaha mengelola persediaan dengan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Melalui satu dashboard terpusat, pengguna dapat memantau stok barang secara real-time, mulai dari jumlah ketersediaan, lokasi penyimpanan, hingga pergerakan produk antar cabang.
Ada pula fitur Purchase Order (PO) memudahkan proses pemesanan ulang dari pemasok, sementara fungsi adjustment membantu mempercepat stock opname ketika terjadi selisih data antara sistem dan kondisi fisik.
Moka juga menyediakan Stock Alert, notifikasi otomatis yang memberi tahu pengguna saat stok menipis, sehingga risiko kehabisan barang dapat dihindari.
Selain itu, sistem ini memungkinkan transfer stok antar cabang secara efisien tanpa perlu pencatatan manual yang berulang. Dengan dukungan teknologi berbasis cloud, pemilik usaha dapat mengakses data persediaan kapan pun dan di mana pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar