Search This Blog

Saat Tangis Siswa SMAN 72 Pecah di Hadapan Pram: Saya Akan Jaga Sekolah

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Saat Tangis Siswa SMAN 72 Pecah di Hadapan Pram: Saya Akan Jaga Sekolah
Nov 14th 2025, 11:02 by kumparanNEWS

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri acara pengukuhan 1.000 siswa duta Tramtibum (PRABU) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri acara pengukuhan 1.000 siswa duta Tramtibum (PRABU) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengukuhkan 1.000 Pelajar Duta Ketenteraman dan Ketertiban Umum (PRABU) Jakarta. Mereka adalah perwakilan para siswa SMA yang ada di Jakarta, yang bertugas untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sekolah.

PRABU sendiri merupakan program inovasi yang dibentuk oleh Satpol PP DKI Jakarta. PRABU Jakarta bukan sekadar duta ketertiban, tetapi juga penyambung semangat 'Jaga Jakarta'. Acara pengukuhan sendiri diselenggarakan di JIExpo Convention Center, Kemayoran, Jakarta.

Dikutip dari YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, dari sekian siswa yang hadir, terlihat sejumlah perwakilan dari SMAN 72. Beberapa hari belakangan, SMAN 72 menjadi sorotan terkait peristiwa ledakan yang mengakibatkan korban luka, hingga trauma bagi para siswanya.

Muhammad Afsar Rezan, siswa SMA Negeri 72 Jakarta (kanan) menyampaikan alasannya bergabung dengan PRABU 2025, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Muhammad Afsar Rezan, siswa SMA Negeri 72 Jakarta (kanan) menyampaikan alasannya bergabung dengan PRABU 2025, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta

Siswa SMAN 72 yang pertama naik ke panggung adalah Muhammad Afsar Rezan dari SMA Negeri 72. Ia menceritakan alasannya bergabung dengan PRABU.

"Saya ingin mengajak teman-teman saya ke hal-hal yang positif dan juga menjalin relasi dengan sekolah-sekolah lain, serta saya juga ingin menjadi manusia yang bermanfaat di sekolah saya, karena ada hadist Nabi Muhammad, sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi seluruh semua orang," ujarnya diiringi tepukan riuh para siswa.

Pram lalu berkata. "Afsar, SMAN 72 bukan apa-apa, kan sekarang menjadi terkenal. Kamu harus membawa spirit untuk membuat keyakinan bahwa SMA 72 adalah salah satu SMA terbaik yang ada di Jakarta," ujarnya.

"Jadi, untuk itu, Prabu yang berasal dari SMA 72 betul-betul saudara-saudara sekalian dipilih untuk membawa kebaikan bukan hanya bagi sekolahnya, tetapi juga bagi masyarakat di Jakarta. Sekali, yang terakhir apa yang mau disampaikan?" tanya Pram ke Afsar.

Suasana SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Afsar kemudian berpesan kepada teman-temannya sesama siswa agar tak serta-merta mempercayai berita simpang siur yang beredar di luar sana tentang SMAN 72 Jakarta, sebelum mengkroscek terlebih dahulu kebenarannya.

"Untuk SMA Negeri 72, untuk semuanya juga, kalau ada berita-berita yang kurang, kurang baik tentang SMA 72, tentang bullying, itu ditunggu yang konfirmasi yang benarnya dulu ya, jangan termakan hoaks," ucap Afsar.

Usai Afsar, seorang siswa SMAN 72 Jakarta kembali maju ke panggung. Ia adalah Muhammad Akbar Nanti Prakasa.

Momen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merangkul Muhammad Akbar Prakasa, Siswa SMAN 72 Jakarta di acara pengukuhan Pelajar Duta Tramtibum 2025, JIExpo Kemayoran, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Momen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merangkul Muhammad Akbar Prakasa, Siswa SMAN 72 Jakarta di acara pengukuhan Pelajar Duta Tramtibum 2025, JIExpo Kemayoran, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta

Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan Pram dan Pemprov DKI Jakarta yang langsung bergerak cepat saat terjadinya ledakan di SMAN 72.

Ia sendiri masih berduka untuk teman-teman dan angkatan seperjuangannya yang kini masih terbaring luka serta mengalami trauma atas kejadian pada 7 November tersebut.

"Dan memang, saya memilih untuk mengikuti Prabu Jakarta agar saya diberikan tugas untuk menjaga SMA Negeri 72 Jakarta Utara. Dan hal ini juga membuat teman-teman, teman-teman saya yang di rumah sakit bisa menyampaikan doa dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Pranomo," ucapnya.

Momen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merangkul Muhammad Akbar Prakasa, Siswa SMAN 72 Jakarta di acara pengukuhan Pelajar Duta Tramtibum 2025, JIExpo Kemayoran, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Momen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merangkul Muhammad Akbar Prakasa, Siswa SMAN 72 Jakarta di acara pengukuhan Pelajar Duta Tramtibum 2025, JIExpo Kemayoran, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta

Beberapa kali ia terlihat mengusap air matanya yang jatuh saat bercerita. Pram yang berdiri di sampingnya langsung mendekat dan memberikan pelukan kepada Akbar.

Akbar kemudian melanjutkan, terkait insiden traumatis yang terjadi di sekolahnya, ia berharap teman-teman siswa, dan undangan yang hadir dalam pengukuhan ini paham bahwa perundungan adalah hal yang tak dapat ditolerir.

"Dan saya harap teman-teman dan seluruh siswa dan Bapak Ibu yang ada di sini agar bisa mengerti dan harus tahu bahwa hal tentang bullying itu dan perundungan atau apa pun itu adalah hal yang tidak toleran," kata Akbar.

Momen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merangkul Muhammad Akbar Prakasa, Siswa SMAN 72 Jakarta di acara pengukuhan Pelajar Duta Tramtibum 2025, JIExpo Kemayoran, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Momen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merangkul Muhammad Akbar Prakasa, Siswa SMAN 72 Jakarta di acara pengukuhan Pelajar Duta Tramtibum 2025, JIExpo Kemayoran, Kamis (13/11/2025). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta

Di akhir pidatonya, Pram menyampaikan Pemprov DKI langsung bergerak cepat menyikapi insiden tersebut. Selain datang langsung ke lokasi, Pemprov DKI Jakarta juga bertanggung jawab untuk seluruh biaya pengobatan korban ledakan, pemulihan psikis, hingga perbaikan sekolah.

"Saudara-saudara sekalian, sekali lagi terima kasih kepada Pak Satriadi (Kasatpol PP DKI) dan jajaran bahwa acara ini betul-betul menurut saya sangat bermanfaat terutama memberikan hope, semangat, bagi anak-anak kita ke depannya," kata Pram diiringi tepukan riuh para siswa.

Media files:
01ka060vs8yqkmw2s51e81p7s1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar