Ketua DPR Puan Maharani memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau Parliamentary Union of the OIC (PUIC) tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal proses pemberian gelar pahlawan untuk beberapa tokoh yang sedang digodok pemerintah.
Salah satu tokoh yang diusulkan menerima gelar pahlawan adalah Presiden ke-2 Soeharto.
Puan mengatakan, DPR menghormati proses yang sedang berjalan.
"Pemberian gelar pahlawan kita hormati prosesnya," kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).
Namun, ia meminta pemerintah mengkaji secara cermat sebelum memberikan gelar pahlawan. Khususnya terkait dengan rekam jejak.
Ia meminta agar pemberian gelar pahlawan itu tidak dilakukan tergesa-gesa karena mengingat hal tersebut merupakan hal yang sangat penting.
"Karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari dari masa lalu sampai sekarang, karena juga penting bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan dan lain-lain sebagainya," ucap dia.
Saat ini, Dewan Gelar Pahlawan menggodok 40 nama untuk diberikan gelar pahlawan tahun ini. Ada berbagai nama besar, termasuk Presiden Soeharto.
Selain Soeharto, nama yang dimasukkan dalam usulan juga salah satunya adalah tokoh buruh yakni Marsinah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan kepada 165 Kepala Sekolah Rakyat dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025). Foto: Kemensos RI
Kata Mensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) angkat bicara soal pro kontra usulan Soeharto agar mendapat gelar pahlawan nasional. Ia menilai munculnya perbedaan tersebut merupakan hal biasa.
"Nah, jadi kalau ada perbedaan pendapat ya kita memaklumi dan kita pahami dengan baik. Kita dengarkan, ya, tentu menjadi salah satu pertimbangan sebelum kita mengusulkan kepada Dewan Tanda Kehormatan," ujar Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat di Semarang, Rabu (29/10).
Menurut dia, tokoh yang sudah diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional merupakan manusia biasa yang tak luput dari kekurangan, termasuk Soeharto.
"Sekali lagi ini yang kita usulkan juga manusia, tentu ada kelebihan dan kekurangannya, banyak yang sudah diberikan. Presiden (Soeharto) berjasa dalam bidang pembangunan, jadi Presiden 30 tahun tentu ada jasa-jasa," imbuh dia.
Ia menjelaskan usulan agar Soeharto memperoleh gelar pahlawan nasional telah diproses dari tingkat kabupaten hingga pusat. Bahkan prosesnya sudah bergulir sejak tahun 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar