Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto minta percepat pembangunan jalur kereta api di luar Pulau Jawa. Langkah ini disebut penting untuk menekan biaya logistik nasional, meningkatkan daya saing ekonomi, serta memperluas akses transportasi antardaerah.
Hal tersebut disampaikan Prabowo usai meninjau Stasiun Manggarai dan meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11).
Dalam kesempatan itu, dia menyebut pentingnya pembangunan jaringan kereta api lintas pulau sebagai tulang punggung konektivitas ekonomi nasional.
"Jadi kereta api kita akan kita perbesar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi. Karena dengan kereta api, biaya logistik akan turun. Biaya ekonomi akan turun. Kita akan kompetitif. Ya kan? Kesejahteraan akan meningkat," ujar Prabowo.
Presiden mengatakan, dia telah meminta Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono untuk segera menyiapkan rencana besar pengembangan jaringan kereta di luar pulau Jawa itu.
"Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, rencanakan yang baik. Trans-Sumatra railway, Trans-Kalimantan railway, Trans-Sulawesi railway," katanya.
"Saya kira semua, Sumatera perlu, karena itu juga tidak hanya untuk penumpang. Tapi terutama untuk barang. Untuk logistik, untuk hasil-hasil bumi kita yang ada di pedalaman untuk dibawa ke pelabuhan," lanjutnya.
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
Dia mencontohkan hasil-hasil komoditas seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, serta nikel sebaiknya diangkut menggunakan kereta api listrik, bukan truk. Menurutnya, hal ini akan mengurangi kerusakan jalan dan penggunaan bahan bakar, sekaligus menekan biaya logistik nasional.
"Kelapa sawit, karet, kopi, timah, tambang-tambang, nikel. Banyak sekali, daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak, habisin BBM. Kereta api listrik, kita akan sangat turunkan biaya ekonomi," kata Prabowo.
Ketika ditanya mengenai waktu pelaksanaan proyek tersebut, Prabowo menegaskan agar perencanaan dilakukan secepat mungkin bersama Menteri Perhubungan dan kementerian terkait.
"Saya minta Menko [Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan] segera merencanakan sama Menteri Perhubungan, saya minta. Segera mungkin," imbuh Prabowo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar