Polri mengirimkan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatera dari Mako Polisi Udara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (29/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Polri mengirimkan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total logistik yang dikirimkan mencapai 6 ton.
Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan dua pesawat Polri berjenis Fokker 50 dan CN295.
Wakil Asisten Utama Bidang Operasi Kapolri, Irjen Laksana, menyebut pesawat berjenis CN membawa bantuan untuk wilayah Sumatera Barat, sementara pesawat Fokker digunakan untuk Aceh dan Sumatera Utara.
Polri mengirimkan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatera dari Mako Polisi Udara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (29/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan
"Untuk total logistik yang kita angkut sekarang, satu pesawat ada sekitar 3 sampai 5 ton," kata Laksana di Mako Polisi Udara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (29/11).
Ia menjelaskan, pengiriman bantuan dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
"Kita pagi ini akan segera mengirimkan, karena kegiatan yang kita lakukan ini harus segera dikirimkan ke sana, mengingat cuaca dalam beberapa hari ini tidak mendukung," ujarnya.
Nantinya, bantuan tersebut akan dikirimkan secara terpusat melalui Polda-Polda setempat, kemudian didistribusikan ke titik-titik bencana menggunakan helikopter.
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, merinci bantuan yang dikirim berupa makanan cepat saji, perlengkapan sekolah, tenda, selimut, hingga perangkat wifi.
"Pakaian sekolah, tas sekolah, obat-obatan, makanan cepat saji, kasur lipat, air mineral, obat anti-serangga atau nyamuk, selimut, dan pelampung," ujar Trunoyudo.
"Ada perahu karet 20 unit, pelampung kelengkapan perahu 120 pcs, tenda peleton 10 unit, tenda untuk Dokkes 2 unit, velbed 200 pcs, MTP 2.000 pcs, portable solar generator 3 unit, dan techno wifi," sambungnya.
Trunoyudo menambahkan, pengiriman bantuan juga dilakukan oleh masing-masing Polda terdekat. Beberapa kapal milik Polri turut digunakan untuk mendistribusikan bantuan.
"Ada kapal Polair Jalak 5002, Kapal Polri Kutilang 5005, dan Kapal Polri Pinguin 5011. Ini juga kita libatkan untuk Polda-Polda yang terdampak bencana. Polda Riau juga mengirimkan kapal Polri Air, yaitu Kapal Polri Air Barata 8004 dan Kapal Polri Bangau 5006," ujarnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap korban tewas akibat banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bertambah menjadi 174 orang.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menuturkan korban tewas terbanyak berasal dari Sumatera Utara dengan total 116 orang.
Berikutnya, dari Provinsi Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka.
Dari Sumatera Barat, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka yang tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar