Search This Blog

Menyoal Lift Kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menyoal Lift Kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida
Nov 1st 2025, 08:46 by kumparanNEWS

Suasana Pantai Kelingking dan Lift Kaca di Nusa Penida, Bali, Kamis (30/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Suasana Pantai Kelingking dan Lift Kaca di Nusa Penida, Bali, Kamis (30/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Pemerintah Provinsi Bali sedang mengkaji ulang dokumen perizinan pembangunan proyek lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Pengkajian ulang itu setelah pembangunan lift kaca itu menuai pro kontra karena dianggap bisa merusak keindahan alam pantai.

Terkait hal ini Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan pembangunan lift ini berawal dari kesepakatan masyarakat setempat dengan investor tahun 2023 lalu. Investor lalu mengurus izin ke pemerintah pusat begitu mendapatkan persetujuan masyarakat.

Satria mengaku tidak mengetahui isi kesepakatan warga dengan investor karena dirinya baru dilantik jadi bupati pada Februari 2025 lalu.

"Nah karena disetujui oleh masyarakat setempat untuk membangun lift itu, maka investor pun mengurus izin. Nah izinnya kan OSS (Online Single Submission), OSS-nya kan berarti pusat langsung juga," kata Satria, Kamis (30/10).

Menurutnya izin tersebut bukan berasal dari Pemkab tetapi dari pusat.

"Karena kami kan tidak bisa melarang orang membangun ketika dia sudah mendapatkan izin dari pusat. Lagian itu kan wilayahnya pantai. Wilayah pantai itu bukan kewenangan daerah, itu kewenangan provinsi dan pusat," sambungnya.

Politikus PDIP ini mengaku heran kini pembangunan ini dikecam. Padahal, proses pengerjaannya sudah 70 persen.

"Iya itu sudah dilemanya kita. Ketika pembangunan itu sudah hampir selesai. Katanya cukup mengganggu daripada estetika, keindahan daripada Kelingking Beach ini," katanya.

Pembangunan Lift Kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida Dihentikan Sementara

Suasana Pantai Kelingking dan Lift Kaca di Nusa Penida, Bali, Kamis (30/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Suasana Pantai Kelingking dan Lift Kaca di Nusa Penida, Bali, Kamis (30/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Proyek pembangunan lift kaca di Pantai Tebing Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali dihentikan sementara. Satpol PP telah menyegel proyek lift kaca ini dengan memasang garis kuning di sebagian kerangka lift kaca pada Jumat (31/10) siang.

"Jadi pada saat pengecekan lapangan di lift kaca kita tadi melakukan tindakan penutupan sementara kegiatannya, penghentian segala bentuk kegiatannya," kata Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi saat dihubungi kumparan.

Satpol PP Bali, Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali dan Pemkab Klungkung yang terdiri dari perwakilan DLKH, ESDM dan Ketenagakerjaan, serta Dinas PUPR telah mengecek keberadaan lift kaca itu.

Hasilnya menunjukkan ada ketidaksesuaian antara pengerjaan proyek dengan dokumen izin yang dimiliki pengelola. Salah satu ketidaksesuaian izin itu berkaitan dengan titik lokasi lift. Pengelola memiliki izin pemanfaatan tebing.

Menurutnya, berdasarkan aturan tata ruang di Bali, jarak minimal pembangunan berada 100 meter dari sempadan pantai dan ketinggian bangunan tak boleh lebih dari 15 meter.

Sementara itu, lokasi lift masih termasuk dalam sempadan pantai dan tinggi bangunan lift mencapai 182 meter.

Cerita Warga Soal Pembangunan Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking, Bali

Suasana Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali, Kamis (30/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Suasana Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali, Kamis (30/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Warga sekaligus penjaga pantai berinsial BK (laki-laki, 30 tahun) mengaku galau dengan keberadaan lift kaca ini. Keberadaan lift ini dinilai bisa mempermudah akses ke pantai baik untuk wisatawan dan masyarakat setempat.

Wisatawan yang tak kuat melewati jalur trekking tak perlu memaksa diri alias nekat turun ke pantai dan kembali naik ke tebing sampai melukai diri sendiri.

Warga setempat sering dibuat pusing dengan wisatawan yang terluka karena kecelakaan melewati jalur trekking itu.

"Kalau setuju ya setuju ada lift kaca, kalau ada kejadian kayak tamu enggak bisa naik atau kelelahan bisa pakai lift. Hampir setiap hari ada aja tamu ada kejadiannya. Ada yang kakinya keselo," katanya saat ditemui kumparan di Pantai Kelingking, Kamis (30/10).

"Terus kalau yang tolong, ya kita warga lokal di sini. Kalau enggak ada lift capek banget kita gotong tamunya, lama sekali," imbuhnya.

Pantauan kumparan, jalur trekking tebing untuk mengakses pantai memang terjal, curam, dan sempit. Wisatawan harus antre naik dan turun agar tubuh mereka tidak bersenggolan dan jatuh ke jurang.

Wisatawan membutuhkan sekitar 45 sampai 60 menit untuk turun ke Pantai Kelingking dan 45 sampai 60 menit untuk kembali naik ke tebing. Ini belum termasuk mengantre melintas dan mengambil potret sekitar tebing dan pantai.

Pantauan lainnya, sejumlah masyarakat yang mengadakan upacara keagamaan tampak menggunakan tower crane yang dimiliki investor untuk mengakses pantai. Pekerja proyek tampak membantu mereka untuk naik dan turun tower crane.

Media files:
01k8sz62t06psje0jdqf6b14ws.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar