Search This Blog

Menteri PPPA: 90% Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Dipicu Media Sosial

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menteri PPPA: 90% Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Dipicu Media Sosial
Nov 4th 2025, 12:59 by kumparanNEWS

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan.  Foto: Shutterstock
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. Foto: Shutterstock

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengatakan hasil analisa internal pihaknya mencatat ada beberapa faktor kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi.

Arifatul mengatakan, salah satu faktornya adalah media sosial. Sementara faktor lainnya karena ekonomi hingga pola asuh. Ia menyebut dari faktor media sosial, pihaknya menangani 90 persen.

"Media sosial ini dari seluruh kasus yang kami tangani 90% karena dari media sosial," kata dia di acara FGD bersama Kemen PPA dan KPAI 'Sinergi Antar Lembaga untuk Perlindungan Hak Anak-Anak yang Berhadapan dengan Hukum', Selasa (4/11).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya menawarkan salah satu solusi yakni dengan permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal di sekolah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan daerah, agar di setiap sekolah disediakan permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal, agar anak-anak kita saat waktu istirahat tidak fokus pada gadget, tetapi bisa lebih bersosialisasi melalui permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal," ujarnya.

Arifatul menegaskan komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap anak tanpa terkecuali mendapatkan perlindungan, pembinaan dan pendampingan yang layak.

Ilustrasi kriminal kekerasan anak. Foto: M Zulva E/kumparan
Ilustrasi kriminal kekerasan anak. Foto: M Zulva E/kumparan

"Penanganan anak yang terlibat dalam situasi kerusuhan, konflik atau situasi berbahaya lainnya, bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa yang beradab dan menjunjung tinggi hak asasi manusia," tuturnya

"Kita semua memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap anak yang sempat tersesat jalannya dapat kembali pada jalur kehidupan yang lebih baik, menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara," kata dia.

Media files:
rzmtilveuspb8kqtgazb.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar