Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) mengumumkan penyaluran tambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp300.000 per bulan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) siap dilaksanakan pada bulan ini. Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut angka kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren penurunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai hasil itu merupakan dampak dari langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki data dan mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan.
"Alhamdulillah ya, lewat program-program Bapak Presiden dan langkah-langkah strategis Bapak Presiden Prabowo yang sudah ditetapkan, dan itu menjadi ajuan kita dalam menangani kemiskinan. Ya secara terukur kemiskinan terus menurun," ujar Gus Ipul di Taman Mini Indonesia Indah, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (2/11).
Ia menjelaskan, perbaikan data menjadi fondasi utama agar kebijakan dan bantuan sosial tepat sasaran.
"Kita memulai dengan validasi data. Presiden meminta, mari kita mulai kerja meningkatkan kesejahteraan sosial ini dengan data yang akurat. Kalau datanya akurat, intervensi kita pasti akurat. Kalau intervensi akurat maka dampaknya akan nyata," katanya.
Emak-emak penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) pemerintah di Kantor Pos Cikini, Jakarta pada Jumat (17/10/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Menurut Gus Ipul, integrasi program membuat hasil penanganan kemiskinan semakin terasa. Ia juga menargetkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
"Strategi Pak Presiden mulai bisa kita rasakan hari-hari ini, ada semacam integrasi program karena datanya sama, akurat, integrasi program dan dampaknya lebih nyata. Maka penurunan kemiskinan bisa kita rasakan sekarang ini," jelas Gus Ipul.
"InsyaAllah kalau terus konsisten, datanya diperbaiki, intervensinya bersama-sama, target 0% di tahun 2026 untuk kemiskinan ekstrem dan 5% tahun 2029 untuk mengatasi kemiskinan, bisa kita atasi. Yang terakhir kan 8,47 (persen) ya. Ya ini mudah-mudahan nanti rilisnya turun lagi. Kita lihat lagi, tapi satu langkah besar telah dimulai oleh Presiden Prabowo," lanjutnya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. KemensosMensos Gus Ipul berdialog bersama para siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 53 Pontianak, di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (22/10/2025). Foto: Dok. Kemensos
Kolaborasi Sekolah Rakyat dan Garuda
Selain membahas kemiskinan, Gus Ipul menyinggung rencana kolaborasi dengan program Sekolah Garuda dan untuk mendukung lulusan Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan atau bekerja setelah lulus.
"Oh iya pasti ada kolaborasi nanti. Banyak nanti mungkin lulusan-lulusan Sekolah Rakyat yang SMP ya, yang mungkin memiliki kemampuan akademik memadai, sesuai kriterianya Sekolah Garuda bisa kita teruskan ke sana," ujar Gus Ipul.
"Karena kalau Sekolah Garuda itu memang kan standar tes akademik ya. Kalau Sekolah Rakyat itu kan enggak, standarnya adalah desil satu, desil dua. Secara administrasi dia berada di keluarga yang paling kurang mampu, yang paling tidak mampu," sambungnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (2/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ia menambahkan, kerja sama juga akan dilakukan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
"Kami juga akan kerja sama dengan Dikti di minggu depan ini, untuk bisa melakukan kerja sama dengan universitas-universitas di mana anak-anak lulusan Sekolah Rakyat yang memiliki kemampuan akademis bisa melanjutkan ke perguruan tinggi," ucapnya.
Menurut Gus Ipul, terdapat sekitar 6.000 siswa SMA dari Sekolah Rakyat yang akan lulus pada 2028. Mereka akan dibimbing untuk dua jalur, yakni lanjut berkuliah atau langsung bekerja.
"Ada dua jalur, yang ingin kuliah maupun yang ingin bekerja. Dua-duanya akan dibimbing oleh Sekolah Rakyat agar mereka mendapatkan kesempatan mengejar mimpinya, apakah kuliah maupun bekerja," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar