Ilustrasi stasiun kereta api paling sunyi di dunia. Foto: Kev Gregory/Shutterstock
Saat naik bus, mobil, bahkan pesawat, travelertentu terbiasa untuk selalu mengenakan seatbelt atau sabuk pengaman demi keselamatan. Namun, sadarkah kamu kalau kita ternyata tidak pernah bisa mengenakan sabuk pengaman saat naik kereta api? Ini alasannya.
Dilansir Reader Digest, menurut pakar keselamatan transportasi sekaligus mantan penyelidik faktor keselamatan di National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Thomas Barth, jawabannya karena kereta tidak memerlukannya.
Kecelakaan Kereta Sangat Jarang Terjadi
Ilustrasi penumpang kereta api. Foto: Shutterstock
Dibandingkan dengan mobil atau pesawat, kecelakaan kereta relatif sangat jarang. Data Federal Railroad Administration menunjukkan, pada 2024 hanya ada sekitar 2.261 insiden di perlintasan rel dengan 262 korban jiwa. Sebagai perbandingan, kecelakaan lalu lintas di jalan raya mencapai lebih dari 39.000 korban jiwa pada tahun yang sama.
"Kereta beroperasi di lingkungan yang sangat terkendali di atas rel dengan operator profesional. Risiko yang ada sudah dianggap sangat rendah tanpa perlu menambah sabuk pengaman," jelas Barth.
Dalam kecelakaan, kekuatan benturan tergantung pada seberapa cepat kendaraan berhenti. Mobil yang menabrak dinding berhenti seketika, sehingga gaya benturannya besar. Sebaliknya, kereta memiliki massa besar dan biasanya melambat secara bertahap, sehingga gaya benturannya jauh lebih kecil.
Hanya dalam situasi ekstrem seperti tabrakan langsung dua kereta atau anjlokan besar, gaya benturan bisa tinggi. Namun, kejadian seperti itu sangat jarang terjadi.
Alih-alih sabuk pengaman, industri perkeretaapian fokus pada sistem pencegahan kecelakaan, seperti Positive Train Control (PTC) atau sistem nasional otomatis yang dapat menghentikan kereta jika terdeteksi berpotensi tabrakan atau kesalahan manusia.
Apakah Kereta Lebih Aman dari Pesawat?
Ilustrasi kursi kereta api. Foto: Shutterstock
Menurut Rail Passengers Association, bepergian dengan kereta 17 kali lebih aman dibanding mobil. Per perjalanan, kereta dianggap lebih aman daripada pesawat, meski jika dihitung per jarak tempuh, pesawat masih unggul.
Namun, secara umum, baik pesawat maupun kereta jauh lebih aman dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Kenapa Sabuk Pengaman Tak Diterapkan
Ilustrasi perempuan solo traveling naik kereta. Foto: Shutterstock
Barth menjelaskan, ada beberapa alasan praktis kenapa sabuk pengaman justru tidak ideal untuk kereta:
Biaya tinggi dan desain kursi tak cocok. Kursi kereta perlu didesain ulang total untuk mendukung sabuk pengaman.
Kenyamanan penumpang. Kursi akan menjadi lebih kaku dan tidak nyaman.
Risiko tambahan. Penumpang yang berdiri atau berjalan justru bisa cedera jika terlempar ke kursi yang lebih keras.
Kapasitas berkurang. Banyak kereta memiliki area berdiri, terutama di rute komuter. Jika sabuk diwajibkan, jumlah penumpang harus dikurangi.
Meski tanpa sabuk pengaman, kereta tetap mengikuti standar keselamatan tinggi. Regulasi seperti Title 49 CFR Part 238.233 memastikan interior kereta didesain dengan "geometri aman". Bentuk kursi dan pegangan yang mengurangi risiko cedera tanpa perlu bantalan tambahan.
"Tidak ada moda transportasi yang benar-benar 100 persen aman," ujar Barth.
"Tapi desain dan regulasi yang diterapkan sudah menurunkan risiko ke level yang bisa diterima dan untuk kereta, level itu tidak membutuhkan sabuk pengaman," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar