Pekerja berswafoto di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan menguat pada perdagangan Senin (10/11). IHSG ditutup menguat pada level tertinggi baru 8394.59 (+0.69 persen) di perdagangan Jumat (7/11).
Analis Phintraco Sekuritas melihat kinerja IHSG pada Senin (10/11) berpotensi terjadi minor pullback dalam jangka pendek, namun bukan pembalikan arah.
"IHSG berada di area upper band di indikator Bollinger bands yang mengindikasikan momentum bullish masih cukup kuat. Band mulai melebar yang mengindikasikan akan terjadi kenaikan volatilitas," tutur analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (10/11).
Dengan demikian analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan selama IHSG bertahan di atas level 8250-8300, diperkirakan terbuka penguatan IHSG lebih lanjut menguji level 8400-8450.
Secara fundamental, kinerja IHSG pada Jumat (7/11) didorong oleh peningkatan likuiditas di pasar domestik, data cadangan devisa Oktober 2025 yang lebih baik dari bulan sebelumnya, serta penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Rupiah ditutup menguat di level Rp 16,690 per USD, sementara IHSG ditutup menguat 2.83 persen sepanjang pekan ini.
Data cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD 149,9 miliar di Oktober 2025 dari USD 148,7 miliar pada (7/11). Penerbitan obligasi pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, di tengah upaya BI untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah menjadi penyebab peningkatan tersebut.
Analis Phintraco Sekuritas melihat level cadangan devisa ini cukup untuk membiayai 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Masih jauh di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.
Sementara itu, indeks harga properti hunian di Indonesia terpantau mengalami pertumbuhan paling lambat sejak 2003, yaitu meningkat 0,84 persen secara year on year (YoY) pada kuartal III 2025, turun dari 0,9 persen YoY pada kuartal II 2025.
Saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan ini adalah ARTO, WIFI, ASII, ADRO, TOBA dan BRPT.
Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Senior Market Chartist, Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama melihat Pergerakan positif dari IDX pada pekan lalu terutama didorong oleh sektor infrastructure +5.97 persen, energy +4.87 persen, maupun industrials +4.11 persen.
"Secara teknikal, IHSG berada dalam fase uptrend setelah bullish consolidation. Selain itu, Stochastics KD dan RSI menunjukkan sinyal positif, serta MA20&60 masih dalam positive crossover," tutur Nafan dalam risetnya, Senin (10/11).
Kemudian rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) per Oktober 2025 dan penjualan eceran per September 2025 akan mempengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Selain itu, dari Amerika Serikat (AS) juga ada sentimen yang mempengaruhi IHSG jangka pendek yaitu penghentian sementara pemerintah atau US government shutdown juga turunnya ekspektasi Fed rate cut pada Desember 2025.
Nafan kemudian merekomendasikan AKRA, BBNI untuk diperhatikan sepanjang pekan ini.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar