Tangkapan layar Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana dalam acara Diskusi Global Terrorism Index 2025, yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (10/4/2025). Foto: YouTube/BNPT
Densus 88 Antiteror Polri ikut mendalami terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku diketahui menyiapkan tujuh bahan peledak, namun hanya tiga yang meledak.
Direktorat Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan dari hasil penyelidikan, terduga pelaku ledakan tidak memiliki kaitan dengan jaringan terorisme.
"Sampai dengan saat ini belum ditemukan adanya pengaruh jaringan teror kepada pelaku," kata Eka kepada kumparan, Senin (10/11).
Suasana satu hari setelah ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (8/11/2025) Foto: Luthfi Humam/kumparan
Saat ditanyai soal senjata mainan yang dipenuhi nama-nama pelaku kekerasan, Eka menduga pelaku terpapar paham ekstremis.
"Ya, sepertinya seperti itu. Akan tetapi kalau mau mengutip terkait inspirasi, baiknya diambil dari pernyataan pakar saja, bisa psikolog atau sosiolog," ujarnya.
Saat ini terduga pelaku ledakan telah dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kondisinya sudah stabil, namun belum dapat diperiksa.
Sebelumnya, dalam olah TKP, petugas menemukan senjata mainan bertuliskan simbol dan nama yang diduga terkait paham Neo-Nazi dan terorisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar