Search This Blog

Bareskrim: 332 Anak Terlibat Kerusuhan Saat Demo, Mayoritas karena Ikut-ikutan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bareskrim: 332 Anak Terlibat Kerusuhan Saat Demo, Mayoritas karena Ikut-ikutan
Nov 4th 2025, 12:41 by kumparanNEWS

Pengunjuk rasa bersitegang dengan pihak kepolisian di kawasan perempatan Petamburan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Pengunjuk rasa bersitegang dengan pihak kepolisian di kawasan perempatan Petamburan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Bareskrim Polri mencatat, sebanyak 332 anak terlibat dalam kasus kerusuhan pada aksi demo beberapa waktu lalu. Kasus tersebut ditangani 11 polda di seluruh Indonesia.

"Jumlah yang tidak kecil dan di balik angka itu ada cerita-cerita kemanusiaan yang perlu kita pahami," kata Wakabareskrim Brigjen Pol Nunung Syaifuddin di acara FGD bersama Kemen PPA dan KPAI 'Sinergi Antar Lembaga untuk Perlindungan Hak Anak-Anak yang Berhadapan dengan Hukum', Selasa (4/11).

Nunung menyebut kasus paling banyak anak berhadapan dengan hukum ditangani Polda Jawa Timur, disusul Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, hingga Polda Metro Jaya.

Brigjen Pol. Nunung Syaifuddin, Rabu (14/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Brigjen Pol. Nunung Syaifuddin, Rabu (14/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

"Adapun rinciannya adalah sebagai berikut, di Polda Jawa Timur menempati angka tertinggi dengan 144 anak, kemudian Polda Jawa Tengah sebanyak 77 anak, Polda Jabar 34 anak, Polda Metro 36 anak, serta sisanya tersebar di Polda DIY, NTB, Lampung, Kalbar, Sulsel, Bali, dan Sumsel," jelasnya.

"Dari total 332 anak tersebut, 160 anak telah menjalani diversi, 37 anak ditangani dengan pendekatan restorative justice, 28 anak berada pada tahap 1, berkas tahap 1, kemudian 73 anak berada pada tahap 2, sementara 34 anak sudah P21," tambahnya.

Sejumlah massa unjuk rasa terlibat kericuhan dengan aparat keamanan di sekitar Polresta Cirebon, Sabtu (30/8/2025). Foto: kumparan
Sejumlah massa unjuk rasa terlibat kericuhan dengan aparat keamanan di sekitar Polresta Cirebon, Sabtu (30/8/2025). Foto: kumparan

90 Persen Pelajar

Nunung menyampaikan, dari ratusan anak yang terlibat kasus kerusuhan saat demo itu mayoritas berstatus pelajar. Mulai dari pelajar SMP, SMA/SMK.

"Yang menarik, lebih dari 90 persen dari mereka adalah pelajar, mulai dari SMP hingga SMA atau SMK, bahkan ada yang masih mengikuti program kejar paket," kata dia.

Sejumlah massa aksi melakukan pembakaran di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Sejumlah massa aksi melakukan pembakaran di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ia menyebut, sebagian besar anak terseret bukan karena niat melakukan tindak kriminal tetapi karena ikut-ikutan dan termobilisasai.

"Sebagian besar terseret bukan karena niat kriminal, tetapi karena ikut-ikutan, termobilisasi, atau tidak memahami konsekuensi hukum dari tindakannya," tuturnya.

Media files:
01k3rpg6xgvh0399av9cb1skzt.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar