Search This Blog

Rumah Mendagri Selandia Baru Diserang, Anjing Peliharaan Jadi Korban

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rumah Mendagri Selandia Baru Diserang, Anjing Peliharaan Jadi Korban
Oct 7th 2025, 12:22 by kumparanNEWS

Seorang petugas polisi berjaga. Foto: Ricky Wilson/Stuff via AP
Seorang petugas polisi berjaga. Foto: Ricky Wilson/Stuff via AP

Seorang pria didakwa karena merusak jendela rumah Menteri Dalam Negeri Selandia Baru, Winston Peter. Perusakan jendela dilakukan dengan linggis.

Kantor juru bicara Kemendagri Selandia Baru pada Selasa (7/10) mengatakan, usai merusak pelaku meninggalkan catatan: 'selamat datang ke dunia nyata.'

"Kaca jendela pecah dan mengenai anjing Mendagri Winston Peter yang sedang tidur di bawah jendela," kata kantor Kemendagri Selandia Baru seperti dikutip dari Reuters.

Menteri Dalam Negeri Selandia Baru Winston Peters. Foto: Tang Chhin Sothy/AFP
Menteri Dalam Negeri Selandia Baru Winston Peters. Foto: Tang Chhin Sothy/AFP

Kejadian ini berlangsung usai Peter mendapat tekanan dari kelompok oposisi dan berbagai organisasi masyarakat. Tekanan terkait komentar Peters bahwa Selandia Baru tak akan ikut jejak Australia hingga Kanada yang mengakui Palestina.

Rumah Peters di Auckland bahkan pernah didemo setelah pernyataannya soal pengakuan Palestina.

Adapun saat pidato di parlemen Selasa ini, Peters menyinggung penyerangan terhadap rumahnya. Dia mengatakan kejadian itu sebagai aib.

"Ini telah menyebabkan penderitaan bagi keluarga kami dan mengganggu kedamaian tetangga kami," ujar Peters seperti dikutip dari Reuters.

Terpisah, Peters mengatakan saat kejadian dirinya tak berada di rumah. Tapi di dalam rumah terdapat pasangannya dan tamu.

Kepolisian menyebut, pelaku penyerangan adalah pria 29 tahun. Terduga pelaku menyerahkan diri ke kepolisian pada Senin (6/10) kemarin dan akan disidang pada 10 Oktober.

Media files:
01k4kkrjj2hv8ps897k118wek1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar