Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan tetap menarik dana atau anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terserap hingga akhir tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya menanggapi pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, yang sebelumnya menyebut serapan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG sudah menunjukkan hasil yang lebih baik.
"Enggak, dia (Luhut) bilangnya enggak gitu. Saya coba perhatikan apa yang dia omongin, kan dia bilang penyerapannya udah lebih baik sehingga saya enggak harus ngambil gitu. Itu kan hitungan dia. Itu juga hitungan dia berdasarkan data yang terakhir. Data saya juga kira-kira begitu," kata Purbaya di Balai Kota DKI, Selasa (7/10).
Purbaya saat ini masih melihat serapan anggaran MBG sampai akhir Oktober 2025. Apabila tidak terserap, ia menegaskan bakal menarik dana tersebut dan mengalokasikannya ke program lain.
"Kalau Akhir Oktober saya tahu nanti sampai Desember beberapa triliun enggak kepakai saya ambil uangnya, enggak ada bedanya kok, enggak ada yang berubah. Hanya itu saja," ujar Purbaya.
"Kalau enggak dipakai ya diambil, kenapa? Di sana juga nganggur duitnya. Saya sebarin ke tempat lain yang lebih siap," tambahnya.
Sebelumnya, Luhut menyatakan anggaran BGN untuk program MBG terserap dengan baik. Ia mengimbau Purbaya untuk tidak perlu menarik kembali anggaran BGN tersebut.
"Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik. Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap," kata Luhut dalam konferensi pers di kantor DEN, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Menurut Luhut, dana MBG yang terserap dengan baik juga akan mendorong perputaran ekonomi di tingkat bawah dan membuka lapangan kerja, yang hingga kini sudah mencapai 380 ribu orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar