Seorang anak mengibarkan bendera Palestina di atas reuntuhan bangunan di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, Senin (22/9/2025). Foto: Eyad BABA / AFP
Delegasi Israel dan Hamas telah menggelar perundingan hari pertama di Mesir yang membahas kesepakatan untuk mengimplementasikan proposal perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Sejumlah sumber yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan, perundingan hari pertama berakhir dengan catatan positif.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (7/10), perundingan berlangsung di kota resor Sharm el-sheikh. Sumber mengatakan perundingan berlangsung positif dan peta jalan telah disusun terkait bagaimana putaran perundingan akan berlanjut.
Dalam perundingan itu, delegasi Hamas dilaporkan memberi tahu mediator bahwa serangan yang masih dilakukan Israel di Gaza merupakan tantangan bagi negosiasi pembebasan sandera. Memang dalam perundingan kali ini, poin penting yang dibahas adalah pembebasan sandera dan tahanan, gencatan senjata, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
"Tim teknis sedang mendiskusikan untuk memastikan bahwa kondisinya sempurna untuk membebaskan para sandera," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, terkait perundingan yang berlangsung di Mesir.
Leavitt mengatakan, Trump mendorong pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina lebih cepat dengan tujuan untuk membangun momentum untuk mengimplementasikan bagian lain dari rencananya mengakhiri perang di Gaza.
Suasana tenda-tenda pengungsian warga Palestina yang mengungsi di Kota Gaza pada 1 September 2025. Foto: BASHAR TALEB / AFP
"Tim sedang memeriksa daftar sandera Israel dan tahanan politik yang akan dibebaskan," kata Leavitt.
Dalam kesempatan terpisah, Trump mengatakan ada peluang bagus untuk meneken kesepakatan. Hal ini disampaikan Trump saat berbicara dengan wartawan di Oval Office, Senin (6/10) sore waktu setempat.
"Saya pikir kita melakukannya dengan sangat baik, dan saya pikir Hamas telah menyetujui hal-hal yang sangat penting," kata Trump.
Delegasi perundingan Hamas dipimpin oleh Khalil al-Hayya dan Zaher Jabarin. Al-Hayya merupakan target serangan Israel di Qatar beberapa waktu lalu. Serangan Israel saat itu menewaskan 5 orang.
Sementara delegasi AS dipimpin oleh Utusan Khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar