Search This Blog

IHSG Diprediksi Menguat, Berikut 5 Saham yang Direkomendasikan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
IHSG Diprediksi Menguat, Berikut 5 Saham yang Direkomendasikan
Oct 8th 2025, 07:00 by kumparanBISNIS

Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada level 8.217 pada perdagangan Rabu (8/10). Sebelumnya, pada Selasa (7/10) IHSG ditutup naik 29,386 poin (0,36 persen) ke posisi 8.169,281.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, secara teknikal, indikator Stochastic RSI bergerak di pivot area dan terjadi penyempitan negative slope MACD dengan potensi membentuk Golden Cross, yang merupakan sinyal awal bullish momentum. Sehingga, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan menguji level tertinggi pada angka 8.217.

"Jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.200–8.217 dengan didukung volume, maka sinyal bullish akan semakin kuat," tulis Analis Phintraco Sekuritas dalam keterangannya, Rabu (8/10).

Proyeksi penguatan saham tersebut didorong oleh kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia. World Bank menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 menjadi 4,8 persen year on year (YoY) dari proyeksi sebelumnya 4,7 persen YoY.

Untuk tahun 2026, World Bank memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,8 persen YoY, sama seperti prediksi sebelumnya. Analis Phintraco menilai, proyeksi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan lebih tinggi dari perkiraan April 2025, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Selain itu, sentimen terkait cadangan devisa Indonesia pada bulan September 2025 yang turun menjadi USD 148,7 miliar dari USD 150,7 miliar pada Agustus 2025 turut menjadi pendorong.

Perolehan devisa tersebut merupakan level terendah sejak Juli 2024. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang valuta asing oleh pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah depresiasi rupiah.

Meski demikian, cadangan devisa saat ini masih mampu membiayai 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang. Angka ini berada di atas standar internasional yang sebesar 3 bulan impor, memunculkan optimisme investor.

"Pemerintah memutuskan tidak menaikkan tarif listrik bagi pelanggan PLN pada kuartal IV 2025 karena untuk menjaga daya beli masyarakat," lanjut Analis Phintraco.

Selain itu, investor akan menantikan data Indeks Keyakinan Konsumen bulan September 2025 yang diperkirakan naik ke level 120 dari 117,2 pada Agustus 2025. Akan dirilis juga data penjualan sepeda motor di pasar domestik untuk bulan September 2025.

Saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Rabu (8/10) meliputi INDF, ASSA, MDKA, BKSL, dan PWON.

MNC Sekuritas juga memprediksi IHSG pada Rabu (8/10) akan menguat. Posisi IHSG diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave [v] dari wave 5 pada label hitam, sehingga IHSG bakal menguji level 8.260–8.302.

"Namun, pada label merah, diperkirakan IHSG akan membentuk wave (c) dari wave [iv] ke rentang 8.064–8.120," tulis Analis MNC Sekuritas, Rabu (8/10).

Adapun saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Rabu (8/10) adalah ASSA, CPIN, KLBF, dan MAPI.

Disclaimer:

Keputusan investasi sepenuhnya berdasarkan pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Media files:
e0a3fm36qvsmvjg6oywl.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar