Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat sambutan bulan peternakan & kesehatan hewan. | Foto : Taufik H/Lampung Geh.
Lampung Geh, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 sekaligus memperingati Hari Rabies Sedunia tahun 2025 pada Jumat (3/10).
Bulan bakti ini diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti senam bersama, kampanye gizi, donor darah dan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi rabies, medical check up hewan, bazar produk peternakan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pentingnya penguatan ekosistem peternakan sebagai langkah strategis untuk menjadikan Lampung sebagai sumber protein nasional, baik hewani maupun nabati.
"Masalah utama di Indonesia masih terkait pemanfaatan kualitas pangan, terutama protein. Karena itu, kita ingin memperkuat lumbung protein lokal agar Lampung tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berkontribusi bagi konsumsi nasional," jelasnya.
Gubernur menjelaskan jika peningkatan produksi ternak harus dimulai dengan memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup kemitraan antara peternak, pedagang, dan pemerintah agar semua pihak memperoleh keuntungan dan masyarakat mendapatkan harga yang kompetitif.
"Kalau peternaknya untung, pedagangnya juga untung, masyarakat pun sejahtera. Kuncinya adalah kerja sama, bukan saling menjatuhkan," jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sapi perah di Lampung, mengingat kebutuhan susu di provinsi ini masih rendah. Gubernur mendorong sektor swasta untuk membangun industri pengolahan susu yang dapat menampung hasil produksi peternak lokal.
"Kita sudah punya 3 hingga 4 juta ekor sapi. Ini potensi besar. Dalam empat tahun ke depan, Lampung bisa menjadi salah satu sumber susu nasional," jelasnya.
Selain itu, juga menegaskan komitmen Pemprov dalam meningkatkan populasi ternak melalui program inseminasi buatan. Hingga kini, dilaporkan terdapat 16 ekor sapi pejantan unggulan yang terdiri dari berbagai jenis seperti Limosin, Simental, Brahman, Bali, dan Krui. Pejantan ini diharapkan mampu menghasilkan ribuan anak sapi untuk memperkuat populasi ternak Lampung.
Gubernur turut mengingatkan bahwa bahaya penyakit rabies yang masih menjadi ancaman di beberapa daerah. Data tahun 2024 menunjukkan populasi hewan yang menularkan rabies di Lampung mencapai 239.081 ekor, terdiri dari anjing, kucing, kera, dan luak.
"Mari kita jadikan momentum Bulan Bakti Peternakan dan Hari Rabies Sedunia ini untuk memperkuat komitmen mewujudkan Zero Rabies Lampung 2030," ujarnya.
Ia juga meninjau pembangunan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung yang sempat tertunda selama lima tahun. Ia berharap fasilitas tersebut segera rampung agar bisa menjadi pusat rujukan klinik hewan swasta dan mendukung pengawasan kesehatan hewan di daerah.
"Rumah sakit hewan ini nantinya bukan hanya jadi pusat layanan, tapi juga sumber Pendapatan Asli Daerah dari subsektor peternakan. Ini bukti nyata komitmen kita dalam membangun peternakan modern dan berdaya saing," ujarnya. (Taufik)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar