Ratusan ribu orang dari kelompok Yahudi ultra-Ortodoks yang biasa disebut Haredi turun ke jalanan Yerusalem pada Kamis (30/10) waktu setempat. Foto: Ammar Awad/ReutersDalam aksinya itu mereka memprotes rencana wajib militer oleh pemerintah Israel. Foto: Ammar Awad/ReutersPada Kamis, jalanan kota Yerusalem penuh sesak dengan massa. Demonstran, yang mayoritas laki-laki, memadati pintu masuk utama Yerusalem. Foto: Ammar Awad/ReutersMassa berpakaian setelan dan topi ultra-Ortodoks. Akibat kehadiran massa dengan jumlah sangat besar lalu lintas di sana lumpuh. Media-media Israel melaporkan aksi demonstrasi sekurang-kurangnya diikuti 200 ribu orang. Foto: Am Kadosh/ReutersKekecewaan makin meningkat akibat pecah perang Gaza selama dua tahun serta serangan ke Lebanon dan Suriah. Pasalnya, jumlah tentara Israel yang tewas menyentuh rekor tertinggi dalam sejarah. Foto: Ammar Awad/ReutersFoto: Ammar Awad/Reuters
Ratusan ribu orang dari kelompok Yahudi Ultra-Ortodoks yang biasa disebut Haredi turun ke jalan Yerusalem pada Kamis (30/10) waktu setempat. Dalam aksinya, mereka memprotes rencana wajib militer oleh pemerintah Israel.
Jalanan kota Yerusalem penuh sesak dengan massa. Demonstran yang mayoritas laki-laki memadati pintu masuk utama Yerusalem.
Media Israel melaporkan demonstrasi diikuti setidaknya 200 ribu orang. Mereka memakai setelan dan topi Ultra-Ortodoks. Banyaknya massa membuat lalu lintas di sana lumpuh.
Kekecewaan makin meningkat akibat pecah perang Gaza selama dua tahun serta serangan ke Lebanon dan Suriah. Pasalnya, jumlah tentara Israel yang tewas menyentuh rekor tertinggi dalam sejarah.
Sejumlah warga Yahudi Ultra-Ortodoks mengikuti aksi protes "Million Man" terhadap wajib militer Israel di Yerusalem, Kamis (30/10/2025). Foto: Ammar Awad/Reuters
Tidak ada komentar:
Posting Komentar