Ilustrasi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Foto: Shutterstock
FIFA mengeluarkan surat resmi terkait pemalsuan data akta lahir kakek-nenek 7 pemain naturalisasi Malaysia dalam dokumen Ref. no. FDD-24394 yang dirilis pada Senin (6/10) malam waktu setempat. Di situ, FIFA juga merangkum pembelaan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
FIFA menerangkan, proses yang dilakukan Malaysia adalah otoritas berwenang menerima berkas permohonan terkait para pemain, beserta seluruh dokumen pendukungnya, dan membuka berkas resmi untuk masing-masing pemain di bawah pengawasan Pemerintah Malaysia.
Pihak berwenang itu kemudian melakukan seluruh proses verifikasi dan pemeriksaan yang diperlukan. FIFA pun mengutip pernyataan Director General of the National Registration Department (NRD), sebuah lembaga di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia.
"Dalam kasus ini, para pemohon telah menyerahkan kepada kami semua dokumen yang diminta, termasuk nama serta detail identitas kakek-nenek mereka. NRD melakukan pemeriksaan silang dan verifikasi atas informasi tersebut untuk memastikan garis keturunan para pemohon melalui pihak kakek-nenek mereka," bunyi kutipan tersebut.
Para pemain Malaysia berpose sebelum kick-off laga Kualifikasi Piala Asia Grup F kontra Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur pada 10 Juni 2025. Foto: Mohd Rasfan/AFP
Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan keturunan para pemain dengan Malaysia telah diverifikasi, dan bahwa departemen terkait telah mengonfirmasi kewarganegaraan para pemain diberikan sesuai dengan Konstitusi Malaysia.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, FAM kemudian meneruskan berkas permohonan yang relevan kepada FIFA. Dan ternyata, dokumen tersebut kini disebut palsu oleh FIFA.
Pembelaan dari FAM yang dirilis FIFA adalah baik keluarga maupun pemain tidak pernah menyadari keadaan bahwa beberapa dokumen yang diajukan mungkin telah dipalsukan. Baik keluarga maupun para pemain tidak pernah memainkan peran apa pun dalam persiapan dokumen yang sekarang diduga salah.
Namun, FIFA tidak bisa menerima pernyataan tersebut. FIFA tetap tidak bisa melepas hukuman mereka terhadap FAM dan para pemain hanya karena mereka mengaku tidak terlibat pemalsuan. Dan kini, FAM mengaku akan segera mengajukan banding resmi.
Tujuh pemain itu adalah Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero. Tempat lahir kakek-nenek mereka diklaim di Malaysia, tetapi FIFA mengungkap kakek-nenek mereka lahir di Eropa dan Amerika Latin.
Akibat kasus ini, FAM dijatuhi denda sebesar sebesar 350.000 CHF atau setara dengan Rp 7 miliar. Sementara itu, ketujuh pemain itu dilarang beraktivitas dalam sepak bola selama 12 bulan, baik di level nasional maupun internasional dan akan dikenai denda sebesar 2.000 CHF atau sekitar Rp 41 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar