Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, ditemui di gelaran ISEF 2025 di Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat realisasi serapan kucuran dana dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah capai lebih dari 50 persen. BSI mendapat titipan dana pemerintah dari Purbaya senilai Rp 10 triliun.
"Pokoknya (penyerapan) sudah lebih tinggi dari 50 persen. Pokoknya Pak Menteri (Purbaya) datang saya ceritain berapa (detailnya)," kata Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat ditemui di gelaran ISEF 2025 di Jakarta Pusat, Rabu (8/10).
Anggoro menjelaskan dana tersebut disalurkan untuk pembiayaan UMKM yang berkaitan dengan ekosistem haji, umrah, hingga gadai dan cicilan emas. Selain itu, BSI juga menyalurkan sebagian untuk supply chain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Jadi retail dan consumer kita (fokus penyerapannya)," ungkap Anggoro.
Anggoro memastikan penyaluran dana pemerintah itu berlangsung cepat dan ditargetkan habis sebelum 2025 berakhir.
"Oh nggak sampai (akhir tahun), sebentar lagi juga habis. Nanti Pak Menteri (kalau ke Kantor BSI) saya ceritain," tutur Anggoro.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya telah mengucurkan dana Rp 200 triliun ke Himbara. Dana tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar