Fermin Aldeguer memenangkan balapan utama atau main race Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/10/2025). Foto: themandalikagp.com
Kejuaraan MotoGP Grand Prix of Indonesia 2025 resmi berakhir pada Minggu (5/10) di Sirkuit Mandalika, Lombok, dengan Fermin Aldeguer keluar sebagai juara utama. Namun, di balik sorotan podium dunia, terselip kisah tangan-tangan perajin asal Yogyakarta yang menjadi bagian penting dari perhelatan akbar itu.
SWEDA, workshop kriya perak asal Kotagede, Yogyakarta, kembali dipercaya oleh Dorna Sports dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuat 19 trofi resmi MotoGP Mandalika 2025. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut SWEDA memproduksi trofi bagi ajang balap bergengsi dunia tersebut.
"Pertama tuh sebenarnya malah kita ngerjain project World Superbike (WSBK), terus baru tahun 2022 kita mulai pitching buat MotoGP, dan alhamdulillah menang. Dan ini tahun ke-3, three time in a row, kita menang," ujar Surya Aditya, founder SWEDA, saat ditemui Pandangan Jogja di workshop-nya, Selasa (7/10).
Fernin Aldeguer (tengah) dari tim BK8 Gresini Racing MotoGP merayakan kemenangan di posisi pertama, sementara posisi kedua ditempati Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) finis di posisi kedua, disusul Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) di posisi ketiga, di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (5/10/2025). Foto: themandalikagp.com
Pengerjaan total 19 piala untuk kategori MotoGP, Moto2, Moto3, dan IATC memakan waktu sekitar dua bulan. Surya menjelaskan, timnya berupaya menggabungkan unsur tradisi Lombok dengan karakter modern MotoGP.
"Kuncinya gimana kita mengolah unsur tradisi, terutama tradisi Lombok kali ini. Kita nemu T-pattern yang juga motif dari Lombok, terus di pinggirnya kita kasih motif khas Subanali, biar dari bentuk bulat yang modern tetap ada sentuhan tradisional," katanya.
Perpaduan dua elemen itu menciptakan trofi dengan tampilan modern, namun sarat filosofi budaya Nusantara. Bagi Surya, kesempatan ini menjadi pencapaian besar dalam perjalanan kariernya sebagai perajin perak asal Yogyakarta.
"Oh man, it feels so good. Dulu waktu kecil cuma lihat MotoGP, tahunya Valentino Rossi. Sekarang kami dipercaya bikin trofi MotoGP, yang dulu cuma bisa dilihat di televisi," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar