Search This Blog

Pramono soal Tembok Beton Cilincing: Nelayan Tetap Bisa Aktivitas, Diberi CSR

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pramono soal Tembok Beton Cilincing: Nelayan Tetap Bisa Aktivitas, Diberi CSR
Sep 14th 2025, 13:04 by kumparanNEWS

Wujud pagar tembok beton di pesisir laut Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Wujud pagar tembok beton di pesisir laut Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan PT Karya Citra Nusantara dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) terkait pembangunan tembok beton di laut Cilincing, Jakarta Utara.

Dari pertemuan itu, lanjut Pramono, telah disepakati nelayan tetap dapat beraktivitas dengan normal.

"Kemarin sudah ada pertemuan antara Pemerintah DKI Jakarta, perusahaan yang mendapatkan izin untuk membangun tanggul laut itu dan juga Kementerian KP," ujar Pramono di Gereja Katolik Kalvari, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (14/9).

"Disepakati bahwa aktivitas nelayan diberikan keluasaan untuk tetap bisa dilakukan," lanjut dia.

Selain itu, Pramono menyebut, PT KCN juga diwajibkan untuk memberikan dana corporate social responsibility (CSR) kepada para nelayan yang terdampak.

"Dan perusahaan diminta untuk memberikan CSR kepada para nelayan yang ada di tempat itu," ungkap Pramono.

Pramono berharap, dengan kesepakatan ini bisa saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Apalagi, menurutnya, pembangunan ini bakal menjadi pusat ekonomi baru di Jakarta.

"Sehingga dengan demikian secara prinsip simbiosis mutualisme, saling menguntungkan, antara nelayan, perusahaan. Dan juga tentunya Pemerintah DKI yang nanti di tempat itu akan menjadi pusat ekonomi baru di Jakarta," jelas dia.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Gereja Katolik Kalvari Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (14/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Gereja Katolik Kalvari Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (14/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Keberadaan tanggul beton di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara, dikelola oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Direktur Utama PT KCN, Widodo Setiadi, menjelaskan tembok itu merupakan bagian dari pembangunan pelabuhan di Marunda. Proyek ini sudah dimulai sejak 2010 dan kini progresnya mencapai 70 persen.

Proyek ini disebut murni investasi swasta dan pemerintah pusat, tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.

"Sebetulnya proses pembangunan ini kan sudah dimulai 2010 dan polanya sama. Tidak ada yang ribut pada waktu itu, baru sekarang," kata Widodo saat konferensi pers di PT KCN, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (12/9).

Widodo menjelaskan, saat ini KCN membangun tiga pier (dermaga). Pier 1 sudah beroperasi untuk multipurpose cargo, Pier 2 ditargetkan selesai pada 2026, lalu Pier 3 masih dalam proses pembangunan dan kerap menjadi sorotan karena keberadaan tanggul beton.

Menurutnya, struktur tersebut merupakan breakwater (pemecah gelombang) yang merupakan bagian dari pembangunan pelabuhan.

"Kami sudah menandatangani konsesi bahwa ini menjadi milik negara dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Dan ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, bumi air laut dikuasai oleh negara," kata Widodo.

Media files:
01k4w0z5e6a6admz4d3p2jmrxp.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar