Search This Blog

Kenapa Ada Wanita yang Tidak Sadar sedang Hamil?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenapa Ada Wanita yang Tidak Sadar sedang Hamil?
Sep 14th 2025, 13:04 by kumparanMOM

Ilustrasi Test Pack Dipakai Lebih dari Sekali. Foto: George Rudy/Shutterstock
Ilustrasi Test Pack Dipakai Lebih dari Sekali. Foto: George Rudy/Shutterstock

Beberapa ibu hamil umumnya merasakan beberapa gejala umum, seperti morning sickness, pusing, hingga gampang merasa lelah. Meski begitu, memang tingkat gejala hamil yang muncul berbeda-beda pada setiap wanita tergantung pada kondisi tubuhnya.

Ada ibu hamil yang mengalami mual dan pusing hingga tidak bisa beraktivitas normal, bahkan diwajibkan untuk bed rest. Tapi, ada juga ibu yang justru tidak mengalami gejala apa pun, sehingga tidak mengetahui dirinya sedang hamil hingga menginjak usia kandungan tertentu.

Kok bisa, ya?

 Ilustrasi wanita kaget karena hamil. Foto: Shutterstock
Ilustrasi wanita kaget karena hamil. Foto: Shutterstock

Ya Moms, kondisi ini sering disebut dengan denial of pregnancy atau cryptic pregnancy atau kehamilan kriptik yang merupakan kondisi langka pada beberapa ibu. Ini membuat ibu baru menyadari bahwa dirinya hamil saat usia kandungannya mencapai 20 minggu atau lebih.

"Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa 1 dari 475 kehamilan bisa diklasifikasikan sebagai kehamilan kriptik, yang berarti baru diketahui hingga setidaknya 20 minggu kemudian," kata dokter sekaligus peneliti di Farr Institute, Daniel Boyer, MD, seperti dikutip dari Parents.

Lantas, apa penyebab kehamilan kriptik ini?

Beberapa Kemungkinan Penyebab Kehamilan Kriptik

Ilustrasi Suami Memegang Perut Istrinya yang Hamil Besar. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Suami Memegang Perut Istrinya yang Hamil Besar. Foto: Shutterstock

Gejala Kehamilan Sangat Ringan

Sering kali, kehamilan kriptik terjadi karena ibu hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak merasakan gejala sama sekali di awal kehamilannya.

"Seorang wanita mungkin tidak menyadari dirinya hamil karena tidak ada tanda-tanda yang khas, seperti kelelahan, mual dan muntah, atau sakit perut," ujar dokter anak di New York City, Rebekah Diamond, MD.

Salah Mengartikan Gejala

Kondisi ini juga bisa terjadi saat ibu justru mengaitkan gejala kehamilan dengan masalah yang berbeda. Misalnya, kelelahan di awal kehamilan diartikan sebagai kurang tidur atau tingkat stres yang tinggi. Sementara mual dan muntah dianggap sebagai masalah pencernaan biasa. Beberapa ibu yang menyangkal kehamilan juga menganggap telat menstruasi sebagai siklus yang tidak teratur.

Baby Bump Kecil

dokter mengukur perut ibu hamil Foto: Shutterstock
dokter mengukur perut ibu hamil Foto: Shutterstock

Umumnya, perut ibu akan membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Tapi, ternyata perut tidak selalu membuncit saat hamil yang membuat kehamilan kriptik lebih mungkin terjadi. Sebab, perut yang membuncit tergantung pada bagaimana posisi janin di dalam rahim, tingkat pertumbuhannya, dan distribusi berat badan.

"Ini bisa terjadi pada wanita muda yang sangat atletis dan baru pertama kali hamil, karena otot perut mereka tidak pernah meregang sebelumnya akibat kehamilan, sehingga membuatnya tetap kencang saat hamil," lanjut Dr. Daniel.

Hormon hCG Rendah

Kehamilan sering tidak terdeteksi apabila tubuh ibu memproduksi hormon hCG dalam tingkat rendah. Hal ini menyebabkan test pack menunjukkan hasil negatif jika dilakukan terlalu dini. Beberapa ibu mungkin juga tidak memutuskan untuk tes karena tidak mengalami gejala umum kehamilan.

Sindrom Ovarium Polikistik

Ilustrasi perempuan mengidap PCOS. Foto: Shutterstock
Ilustrasi perempuan mengidap PCOS. Foto: Shutterstock

Seseorang dengan masalah kesuburan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, penambahan berat badan, kulit berminyak, hingga masalah pencernaan. Wanita dengan kondisi ini mungkin mengabaikan gejala kehamilan karena merasa itu sebagai efek dari ketidakseimbangan hormon akibat PCOS.

Perimenopause

Kehamilan pada masa perimenopause sering menunjukkan gejala yang disalah artikan, seperti penambahan berat badan dan perubahan suasana hati. Beberapa ibu mungkin merasa dirinya sedang memasuki tahap baru dalam usianya, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Penggunaan Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi seperti IUD dan pil KB dianggap efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, tetap ada risiko yang memungkinkan Anda untuk tetap hamil. Nah, bisanya ibu tidak mengalami gejala yang berarti sampai usia kandungannya sudah jauh.

Media files:
01gsy89ptg6n0h24nwyktvh1nz.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar